Jakarta, TopBusiness – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk atau Indocement sebagai produsen semen, beton siap pakai, agregat, dan mortar menyadari bahwa industri semen memiliki potensi besar sebagai penyumbang emisi serta pengguna energi dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu, perusahaan terus berupaya menekan tingkat polusi di kawasan operasional sekaligus mengembangkan produk yang lebih ramah lingkungan.
Indocement mengintegrasikan aspek Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular, efisiensi energi, dan dekarbonisasi.
Berbagai program unggulan dijalankan untuk memberikan kontribusi nyata dalam menekan emisi gas rumah kaca. Perusahaan mengelola operasional dengan mengintegrasikan manajemen risiko keberlanjutan yang mencakup identifikasi serta mitigasi risiko lingkungan, sosial, dan regulasi, termasuk perubahan iklim dan transisi energi.
Selain itu, Indocement menerapkan prinsip green operation melalui efisiensi energi dan bahan baku, penurunan emisi, serta peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif yang pada 2024 mencapai 21,4 persen sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi. Dampak sosial juga dikelola secara proaktif melalui keterlibatan pemangku kepentingan, program pemberdayaan masyarakat, serta mekanisme pengaduan guna menjaga hubungan yang harmonis.
Seluruh operasional dijalankan dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar internasional, sehingga mendukung keberlanjutan bisnis secara menyeluruh.
CSR Division Manager Indocement, Gadang Wardono, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sejumlah program unggulan CSR berbasis ESG, antara lain CERDAS, Jangkrik BOS, Tiga Roda Edu Green Park, Sawargi Sadaya Empat Lima (SS45), Sarana Air Bersih (SAB), serta Sekolah Berwawasan Lingkungan (Adiwiyata).
Program-program tersebut mencakup berbagai sektor, seperti ekonomi, lingkungan, pendidikan, pertanian, peternakan, perikanan, energi alternatif, kesehatan, hingga infrastruktur. Salah satu fokus utamanya adalah pengelolaan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) berbasis kolaborasi multipihak—melibatkan karyawan, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha—sebagai sumber energi alternatif yang juga menciptakan nilai ekonomi.
Selain itu, terdapat program budidaya jangkrik berbasis masyarakat untuk meningkatkan pendapatan sekaligus edukasi dan konservasi lingkungan. Di Desa Tajur, Indocement juga mengembangkan eduwisata serta pelatihan pertanian, peternakan, dan perikanan berbasis riset dan pengembangan (R&D) masyarakat.
Perusahaan juga mendorong substitusi bahan bakar fosil dalam proses produksi, penurunan emisi CO₂, peningkatan efisiensi energi, serta pembentukan rantai pasok RDF yang berkelanjutan dan berdampak sosial-ekonomi. Program ini sekaligus mendukung ekonomi sirkular, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan emisi melalui edukasi lingkungan dan integrasi dengan kawasan hutan vegetasi.
Program CERDAS: Ubah Sampah Jadi Energi
Program CERDAS (Cipta Energi dari Sampah) menjadi salah satu inovasi unggulan Indocement dalam mendukung transisi energi bersih. Program ini mengusung kolaborasi multipihak melalui pemanfaatan sampah menjadi RDF, sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan sampah di tingkat lokal.
Model CERDAS mengintegrasikan berbagai pendekatan, yaitu:
- Business to Community (B2C) melalui koperasi dan BUMDes,
- Business to Government (B2G) melalui fasilitas pengolahan sampah pemerintah daerah,
- Business to Business (B2B) dengan mitra usaha,
- serta Business to Employee (B2E) melalui partisipasi karyawan.
Tercatat lebih dari 70.000 ton RDF digunakan sebagai bahan bakar alternatif, serta lebih dari 24.000 ton RDF dimanfaatkan dari kerja sama dengan rekanan bisnis. Model ini menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kelembagaan lokal.
“CERDAS menjadi solusi yang scalable, replicable, dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi,” ujar Gadang dalam presentasi kepada dewan juri TOP CSR Awards 2026 secara daring, Jumat (17/4/2026).
Program ini juga menjawab berbagai tantangan pengelolaan sampah, mulai dari yang sebelumnya hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), hingga kini diolah menjadi energi bernilai. Kolaborasi lintas sektor yang sebelumnya terpisah kini disatukan dalam skema kemitraan yang transparan.
Selain itu, penerapan teknologi pengolahan RDF—meliputi pencacahan, pemilahan, dan pengeringan—menjamin kualitas bahan bakar alternatif sesuai standar industri semen. Program ini juga mendorong pengembangan ekonomi sirkular berbasis limbah menjadi sumber daya bernilai.
Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Ekonomi
Sepanjang 2024, program ini berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 258.535,73 ton CO₂ melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.
Dari sisi sosial, program CERDAS membuka peluang kerja baru, khususnya dalam sektor pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah, dengan nilai Social Return on Investment (SROI) mencapai 5,68.
Dari sisi ekonomi, program ini meningkatkan pendapatan anggota Koperasi SS45 dan BUMDes Gunung Putri, dengan omzet pada 2025 mencapai lebih dari Rp670 juta. Selain itu, terbentuk ekosistem pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat di Citeureup, Klapanunggal, dan Gunung Putri.
Deretan Penghargaan Bergengsi
Atas kinerja dan komitmennya, Indocement meraih berbagai penghargaan sepanjang 2025, di antaranya:
- Penghargaan TJSL Kabupaten Bogor dari Pemerintah Kabupaten Bogor
- Gold Award Bina Mitra UMKM Awards 2025 dari CFCD Foundation
- Top Leader on CSR Commitment 2025 untuk Christian Kartawijaya
- TOP CSR 2025 Predikat Star 5 (Excellence)
- Platinum Star Trophy TOP CSR Star 5 (5 kali berturut-turut)
- Platinum Award Circular Economy & Sustainability Awards 2025
- Indonesia Green & Sustainable Company Award (IGSCA) 2025 kategori Excellent
- Platinum Champion BISRA 2025
- Indonesia CSR Awards (ICA) 2025
- Indonesia Sustainable Development Awards (ISDA) 2025
Rangkaian penghargaan tersebut semakin menegaskan posisi Indocement sebagai perusahaan yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga konsisten dalam menjalankan praktik keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
