Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Senin (20/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (17 April): Dow +1,79%, S&P 500 +1,20%, dan Nasdaq +1,52%. S&P 500 ditutup di atas 7.100 untuk pertama kalinya sementara Nasdaq mencatatkan kenaikan terpanjang sejak 1992, didorong oleh gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz yang meningkatkan sentimen pasar. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 1,47% menjadi 4,248%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,12% menjadi 98,10.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Jumat (17 April). Minyak mentah WTI turun 11,45% menjadi USD 83,85/bbl, minyak mentah Brent turun 9,07% menjadi USD 90,38/bbl, batu bara turun 2,62% menjadi USD 122,45/ton, CPO turun 0,66% menjadi MYR 4.450/ton, dan emas naik 0,84% menjadi USD 4.830/oz.
Pasar Asia ditutup lebih rendah pada hari Jumat (17 April), Hang Seng turun 0,89%, Nikkei turun 1,75%, dan Shanghai turun 0,10%.
JCI naik 0,17% menjadi 7.634,00, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 931,5 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 746,2 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih Rp 185,3 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBCA (Rp 522,7 miliar), BMRI (Rp 225,5 miliar), dan BBRI (Rp 212,1 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di CUAN (Rp 127,3 miliar), INCO (Rp 50,5 miliar), dan EMAS (Rp 50,1 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah BREN, ASII, dan BBRI, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan tertinggal adalah BBCA, DSSA, dan BRPT.
Pagi ini, baik KOSPI (+0,29%) maupun Nikkei (+0,56%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif di pasar regional,” demikian hasil riset.
