TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Transaksi Pasar yang Solid

Agus Haryanto
20 April 2026 | 16:39
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (20/04/2026) di zona hijau dengan kenaikan sebesar 39,89 poin atau 0,52% ke level 7.594,11. Penguatan ini mencerminkan masih terjaganya minat beli investor di tengah pergerakan pasar yang relatif stabil sepanjang hari.

Sepanjang perdagangan, aktivitas pasar tercatat cukup aktif dengan frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,1 juta kali transaksi. Sementara itu, total volume perdagangan saham tercatat sebesar ±18,5 miliar lembar saham, dengan nilai nominal (nilai transaksi harian) mencapai sekitar Rp11,2 triliun.

Kenaikan IHSG didorong oleh sejumlah saham yang mencatat penguatan signifikan. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk naik Rp360 menjadi Rp1.800, PT Danasupra Erapacific Tbk menguat Rp45 ke Rp208, serta PT Asia Sejahtera Mina Tbk naik Rp40 ke Rp320. Penguatan saham-saham tersebut memberikan kontribusi positif terhadap laju indeks, terutama dari sektor infrastruktur dan perdagangan.

Di sisi lain, terdapat saham yang menahan laju penguatan indeks. PT Multipolar Technology Tbk turun Rp3.500 menjadi Rp25.500, PT Ifishdeco Tbk melemah Rp310 ke Rp2.740, dan PT City Retail Developments Tbk turun Rp26 menjadi Rp230. Tekanan pada saham-saham tersebut membuat penguatan IHSG tidak bergerak lebih tinggi.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada hari ini didorong oleh aksi beli selektif investor, khususnya pada saham lapis menengah dan beberapa saham berbasis infrastruktur. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan belum melakukan akumulasi besar-besaran pada saham berkapitalisasi besar.

Dari sisi sentimen, stabilitas kondisi makroekonomi domestik serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang tetap kondusif menjadi faktor penopang utama. Sementara itu, dari eksternal, pergerakan pasar global yang relatif stabil turut memberikan ruang bagi IHSG untuk bergerak positif.

BACA JUGA:   Lippo Karawaci Lepaskan Bisnis Non-Inti, Manfaatnya?

Secara teknikal, posisi IHSG yang berada di atas level 7.500 menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Namun, ruang kenaikan diperkirakan terbatas selama indeks belum mampu menembus area resistance di kisaran 7.700. Investor diperkirakan masih akan mengedepankan strategi selektif sambil mencermati perkembangan sentimen global dan domestik dalam beberapa hari ke depan.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Menilik Apiknya ‘Kaliandra’, CSR Unggulan Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan

Next Post

Manager Communication Relation & CID Pertamina Drilling Raih Penghargaan 100 Manager Program Terbaik Indonesia 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR