TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menilik Apiknya ‘Kaliandra’, CSR Unggulan Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan

Fauzi
20 April 2026 | 16:29
rubrik: CSR, Event
Menilik Apiknya ‘Kaliandra’, CSR Unggulan Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit V Balikpapan (Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan) memenuhi undangan untuk hadir di sesi penjurian TOP CSR Awards 2026 seiring perusahaan yang menjadi finalis ajang penghargaan bergengsi tersebut.

Pada sesi penjurian tersebut, Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan mengungkap komitmen perusahaan terkait keberlanjutan melalui integrasi inovasi operasional dan program CSR yang dijalankan. Mulai dari optimalisasi proses kilang lewat inovasi COREVARES hingga pemberdayaan masyarakat melalui program Kaliandra, perusahaan berupaya menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

PJS Manager Community Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Denny Saputra Ramadhan, menjelaskan bahwa RU V Balikpapan merupakan salah satu kilang strategis nasional dengan kapasitas terbesar di Indonesia. Melalui pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP), kapasitas kilang meningkat dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari.

“Didukung oleh lebih dari 1.700 pekerja operasional, dijalankan secara andal dan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas produk dari EURO II menjadi EURO V sebagai komitmen menghadirkan energi yang lebih bersih,” ujarnya di hadapan dewan juri antara lain Ina Sawitri (Yayasan Pakem), Satya Arinanto (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia), Peggy A (Corporate Forum for CSR Development), dan Ben de Han (MSI), Senin (20/4/2026).

Menurut Denny, komitmen perusahaan tidak hanya terletak pada aspek operasional, tetapi juga pada penciptaan dampak berkelanjutan melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Tata kelola perusahaan dijalankan dengan integritas, termasuk melalui kebijakan anti penyuapan guna memastikan seluruh aktivitas berlangsung transparan dan etis.

“Inilah fondasi bagaimana kami mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap proses, sehingga setiap program yang dijalankan memiliki landasan yang dapat dipercaya,” ujarnya.

Ekoinovasi dan Kaliandra

Salah satu implementasi nyata pada aspek operasional adalah ekoinovasi COREVARES (Coke Removal Vacuum Residue). Program ini dikembangkan untuk mengatasi pembentukan coke pada unit HVU II yang sebelumnya kerap mengganggu stabilitas operasi.

BACA JUGA:   Bank Sinarmas Perkuat Program CSR Berbasis Literasi dan Pangan Sehat Berkelanjutan

“Tidak hanya menjaga stabilitas operasi, tapi juga secara signifikan menurunkan dampak lingkungan,” jelasnya.

Melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA), perusahaan mengidentifikasi titik kritis dampak lingkungan dan melakukan perbaikan terintegrasi di seluruh siklus produksi. Hasilnya, setelah implementasi COREVARES, performa operasional meningkat signifikan.

“Sebelum diterapkannya COREVARES, sistem Vacuum Residue sering mengalami pembentukan coke yang menyebabkan unit harus shutdown hingga 1,9 hari. Melalui modifikasi pada pola operasi permasalahan tersebut berhasil kami atasi sehingga Plant Availability Factor meningkat dari 94,66% menjadi 105,19%,” ungkap Denny.

Selain itu, program ini juga menurunkan Energy Intensity Index dari 108,97 menjadi 90,44 serta mengurangi timbulan limbah B3. Inovasi ini sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan menyesuaikan proses produksi agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

Namun, Denny menegaskan bahwa tantangan keberlanjutan tidak hanya berada di dalam kilang, melainkan juga di masyarakat sekitar. Dari sinilah lahir program unggulan Kaliandra.

“Hari ini akan berbagi cerita terkait dengan program kami, yaitu Kaliandra (Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah, dan Sejahtera). Pernahkah kita membayangkan sebuah kampung di tengah kota yang dulu identik dengan longsor, sampah, dan keterbatasan, kini berubah menjadi kawasan yang tangguh, hijau, mandiri secara ekonomi,” ujar Denny.

Denny menekankan bahwa Kaliandra bukan sekadar program CSR, melainkan gerakan sosial berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Bukan sekadar program CSR, tetapi sebuah gerakan sosial yang mengubah risiko menjadi peluang, mengubah kerentanan menjadi kekuatan, dan mengubah masyarakat dari objek menjadi pelaku utama perubahan,” tegasnya.

Program ini menyasar kawasan Kelurahan Baru Ilir yang memiliki tingkat kerentanan tinggi, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Dengan kepadatan 265 jiwa per hektare dan curah hujan tinggi, wilayah ini rawan longsor dan memiliki kapasitas sosial yang terbatas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kaliandra dirancang menggunakan pendekatan SMART (Specific -Measurable -Achievable -Relevan -Time Bound) untuk memastikan program berjalan terarah dan terukur.

BACA JUGA:   Bank Syariah Tani Ingin Lebih Kembangkan UMKM

“Secara spesifik, program memiliki tujuan yang jelas berbasis kebutuhan masyarakat. Secara measurable, capaian diukur melalui indikator seperti IKM, 3,5 dari skala 4, kemudian SROI sebesar 1,71. Dan secara achievable, target disusun bersama masyarakat sesuai kapasitas yang dimiliki,” ungkap Denny.

Selanjutnya, lanjut Denny, untuk aspek Relevant dan Time Bound, dilakukan untuk memastikan program tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Seluruh kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan real yang ada di masyarakat, melalui social mapping yang kami lakukan serta FGD berkala. Dan memiliki timeline yang jelas sejak mulai tahun 2022 program ini dijalankan hingga menuju kemandirian melalui exit strategy yang sudah kami siapkan,” tandas Denny yang pada kesempatan ini juga didampingi segenap tim dari Pertamina RU V Balikpapan antara lain Darundana Endro (PJS Manager HSSE)), ‌Esta Simanjuntak (Staff Enviro), ‌Muntiyati (CDO), ‌Rizqy Rayi (CDO), ‌Jaenet Angeline (CDO), dan ‌Moyo Anggoro (CDO RU V Balikpapan.

Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas lokal. Adapun salah satu inovasi utama dalam program ini adalah Drum Eco Shield, yaitu pemanfaatan drum bekas dan limbah plastik sebagai struktur penahan longsor.

“Kini, kami mengoptimalkan drum bekas dan limbah plastik menjadi struktur penahan longsor yang lebih kuat dan ramah lingkungan,” jelas Denny.

Inovasi ini tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga efisien secara biaya, dari sekitar Rp23 juta per meter persegi menjadi Rp1,1 juta per meter persegi. Selain itu, pendekatan ini mendorong penerapan ekonomi sirkular dengan menjadikan limbah sebagai solusi.

Di sektor lingkungan, Kaliandra juga mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Kompos Panca Wisma. Hingga kini, lebih dari 33.000 kg sampah organik per tahun berhasil diolah menjadi kompos.

Sementara di sektor ketahanan pangan, program Modern Urban Farming memanfaatkan lahan sempit menjadi area produktif seluas 310 meter persegi, termasuk pertanian vertikal sepanjang 84 meter.

BACA JUGA:   Program CSR PLN Batam Sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan

“Kegiatan ini bahkan mampu menyerap sekitar 43,55 kg CO2 per hari sebagai kontribusi terhadap pengurangan emisi,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, program ini mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan, branding, dan digitalisasi pemasaran. Hasilnya, kelompok UMKM mampu meningkatkan omzet hingga Rp4,4 juta per bulan. Selain itu, sebanyak 247 masyarakat telah mendapatkan pelatihan melalui program Rumah Berseri.

Secara keseluruhan, program Kaliandra telah menjangkau 350 penerima manfaat langsung dan lebih dari 1.600 penerima manfaat tidak langsung. Nilai Social Return on Investment (SROI) tercatat sebesar 1,71.

“Kaliandra itu memiliki nilai SROI sebesar 1,71, yang artinya setiap 1 rupiah investasi yang kami keluarkan, mampu menghasilkan 1,71 rupiah manfaat sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Denny menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari peran masyarakat sebagai penggerak utama, termasuk tokoh lokal seperti Pak Yusuf dan Ibu Siti Aminah yang aktif dalam mitigasi bencana dan penguatan ekonomi.

Perubahan yang terjadi pun dirasakan langsung oleh masyarakat. “Seperti yang disampaikan oleh Pak Yusuf, yang dulunya melihat lingkungannya tandus, gersang, dan kumuh, kini berubah menjadi lebih hijau, sehat, dan bermanfaat,” tuturnya.

Denny menegaskan bahwa keberlanjutan adalah proses bersama yang dimulai dari langkah kecil.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Karena bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang warisan yang kita tinggalkan untuk masa depan,” katanya.

Pada akhir presentasinya Denny pun mengajak seluruh pihak untuk bersama membangun lingkungan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Ayu kita bapakatan, mambangun kampung, managuhakan tanah liwat KALIANDRA, manjaga Bumi Etam supaya tatap lestari. Saati, salangkah, mambangun Balikpapan nang taguh mahadapi bencana, hijau, wan bakalanjutan.”

“Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi inspirasi bagi keberlanjutan yang lebih luas,” tutupnya.

Tags: PT Pertamina Patra Niaga RU V BalikpapanTOP CSR Awards 2026
Previous Post

PT SKS Listrik Kalimantan Ciptakan Dampak Berkelanjutan Lewat Program SLK Mengajar, CERIA, hingga BATARA

Next Post

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Transaksi Pasar yang Solid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR