Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Pada awal sesi, IHSG terkoreksi 33,83 poin atau 0,45 persen ke level 7.560,28. Pelemahan ini sejalan dengan indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan, yang turut turun 7 poin atau 0,93 persen ke posisi 748,85.
Aktivitas perdagangan di awal sesi menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat. Hingga sekitar pukul 09.40 WIB, volume perdagangan tercatat mencapai sekitar 11,8 miliar saham dengan frekuensi transaksi lebih dari 680 ribu kali dan nilai transaksi harian sekitar Rp4,5 triliun. Pada menit-menit awal pembukaan, transaksi sudah mencerminkan dominasi aksi jual dengan volume miliaran saham dan frekuensi ratusan ribu kali transaksi. Dari sisi pergerakan saham, mayoritas berada di zona merah dengan ratusan saham melemah, sementara saham yang menguat dan stagnan berada di bawahnya.
Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat melemah sekitar Rp125 ke kisaran Rp9.575 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun sekitar Rp60 ke level Rp6.040. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mengalami koreksi sekitar Rp75 ke posisi Rp7.125, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun sekitar Rp40 ke level Rp3.820. Di sektor energi, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun sekitar Rp150 ke posisi Rp6.850, turut menekan pergerakan indeks.
Meski demikian, terdapat beberapa saham yang bergerak menahan pelemahan lebih dalam. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat sekitar Rp3 ke level Rp98, sementara PT Astra International Tbk (ASII) naik sekitar Rp25 ke posisi Rp5.725. Namun penguatan tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan dari saham-saham big caps yang terkoreksi.
Secara keseluruhan, pelemahan IHSG pada pembukaan perdagangan ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati. Investor terlihat melakukan aksi ambil untung setelah penguatan sebelumnya, serta merespons sentimen global yang masih belum stabil. Dari sisi teknikal, koreksi ini menunjukkan IHSG sedang menguji area support jangka pendek di kisaran 7.500, dengan potensi pergerakan fluktuatif sepanjang hari.
Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi menguji level psikologis 7.500, sementara peluang rebound tetap terbuka apabila terjadi akumulasi pada saham-saham unggulan dengan fundamental kuat.
Data AI
