Jakarta, TopBusiness – Komitmen terhadap keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui operasional bisnis, tetapi juga melalui program tanggung jawab sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Hal ini ditunjukkan oleh PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Jawa Tengah yang mengintegrasikan inovasi bisnis ramah lingkungan dengan pemberdayaan komunitas melalui program CSR berbasis ESG (Environmental, Social, Governance).
Dalam presentasi pada ajang penjurian TOP CSR Awards 2026, perusahaan menegaskan bahwa pendekatan CSR yang dijalankan tidak sekadar bersifat filantropi, melainkan dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat secara berkelanjutan.
“Perusahaan kami terus berupaya mengintegrasikan inovasi dalam proses bisnisnya dengan fokus utama pada transformasi bisnis yang ramah lingkungan serta pemberdayaan komunitas untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi dan sosial,” ujar Agustiawan, Area Manager Communication, Relation and CSR RU IV Cilacap saat mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness, Senin (20/4/2026).
Dalam penjurian kali ini, tim CSR Pertamina Patra Niaga Cicalap kompak hadir semua memperhatikan proses penjurian. Adapun selaku dewan juri adalah Febrizal Efendi (Aspiluki), Setia Darmayanti (LKN Astacita), AJ Boesra (Kepak Sayapku), dan Achmad Dhito (Redaktur Pelaksana Majalah TopBusiness) sekaligus juga sebagai moderator.
Sebagai bagian dari subholding downstream energi nasional, RU IV Cilacap memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi. Kilang ini mampu memproduksi berbagai produk seperti BBM, LPG, marine fuel oil, avtur, hingga petrokimia, dengan kapasitas mencapai 348.000 barel per hari atau sekitar 33% kebutuhan BBM nasional.
Namun demikian, perusahaan menegaskan bahwa tanggung jawab tidak berhenti pada aspek energi semata. Pendekatan keberlanjutan juga diterapkan melalui pengembangan energi ramah lingkungan seperti green gasoline, green diesel (D100), dan green avtur, serta pengurangan emisi melalui sistem perpipaan distribusi terpanjang di Indonesia.
Selain itu, RU IV Cilacap juga mencatatkan diri sebagai kilang pertama di lingkungan Pertamina yang memiliki gedung perkantoran bersertifikasi green building.
“Kilang pertama Pertamina yang memiliki gedung perkantoran yang sudah tersertifikasi sebagai green building oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Dan ini merupakan sebuah langkah nyata dalam efisiensi energi,” jelas Agustiawan.
Fokus CSR: Dari Bantuan ke Pemberdayaan
Dalam implementasi CSR, perusahaan menerapkan tata kelola yang terstruktur mulai dari social mapping, implementasi program, hingga monitoring dan evaluasi. Seluruh program juga diselaraskan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dan diukur melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI).
“CSR kami bukan hanya sebatas bantuan, tetapi upaya menciptakan masyarakat mandiri dan berdaya saing,” tegas Agustiawan.
Hingga akhir 2025, program CSR RU IV Cilacap telah menjangkau lebih dari 41.000 penerima manfaat senilai Rp851 juta dengan cakupan wilayah mencapai 61,4 km², termasuk pada skala nasional hingga internasional.
Program-program tersebut dirangkum dalam empat pilar utama, yakni Mamaku, Mapan, Pusaka, dan Maritim, yang menyasar kelompok rentan seperti nelayan, buruh tani, pekerja migran, perempuan prasejahtera, hingga kelompok disabilitas.
Mamaku SIGAP: Solusi untuk Wilayah Terpencil
Salah satu program unggulan adalah Mamaku SIGAP (Masyarakat Mandiri Kutawaru, Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir). Program ini dijalankan di wilayah Kutawaru, daerah yang tergolong terpencil atau biasa disebut sebagai daerah “Jojok” dengan akses terbatas.
Wilayah ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan ekologis, keterbatasan akses pendidikan, hingga minimnya infrastruktur pengelolaan sampah. Bahkan, akses ke tempat pembuangan akhir (TPA) membutuhkan waktu hingga dua jam.
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular 9R melalui Bank Sampah Abhipraya.
Bank Sampah ini mampu mengelola 7,6 ton sampah per tahun, sementara ada 240,9 ton/ tahun sampah yang dihasilkan Kelurahan Kutawaru. Dengan melibatkan 4.607 jiwa berpendapatan rendah.
Program ini mencakup seluruh rantai pengelolaan, mulai dari edukasi pengurangan sampah, pengumpulan dari rumah tangga, hingga pengolahan menjadi produk bernilai ekonomi.
Produk yang dihasilkan antara lain alat tangkap ikan dari limbah plastik (wadong), cacahan plastik, serta pengolahan minyak jelantah.
Program ini berhasil menciptakan, antara lain, perputaran ekonomi hingga Rp248 juta per bulan melalui Pasar Amarta, serta omzet pengelolaan sampah mencapai Rp366 juta per bulan. Selain itu, program ini melibatkan sekitar 1.500 rumah tangga dalam pengelolaan pertumbuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Juga dari sisi lingkungan, menciptakan 5,46 ton CO2eq/tahun pengurangan emisi dan pemanfaatn palet.
Dari sisi sosial, kelompok masyarakat juga menyisihkan 5% pendapatan untuk kegiatan sosial, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anggota program, tetapi juga masyarakat luas.
Dampak Nyata dan Terukur
Program Mamaku SIGAP juga menunjukkan dampak yang terukur, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Dari aspek lingkungan, program ini mampu mengelola 7,6 ton sampah per tahun. Sementara dari sisi ekonomi, program ini menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Dengan investasi sebesar Rp1,7 miliar, program ini telah menghasilkan manfaat sebesar Rp2,7 miliar dengan nilai SROI sebesar 1,53, menunjukkan efektivitas program dalam menciptakan nilai sosial dan ekonomi.
Selain itu, program ini juga menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat sekitar.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan komunitas.
Pengakuan Nasional dan Internasional
Implementasi CSR yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan juga mendapat pengakuan luas. Program Mamaku SIGAP telah dipublikasikan dalam 134 pemberitaan dengan sentimen 100% positif sepanjang 2024 hingga awal 2026.
RU IV Cilacap juga berhasil meraih penghargaan PROPER Emas untuk keempat kalinya pada 2025, serta berbagai penghargaan nasional dan internasional lainnya.
Menutup presentasinya, manajemen menyampaikan bahwa program CSR yang dijalankan masih terus dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas.
“Kami sangat berharap masukan dan ide-ide konstruktif dari semua lapisan Masyarakat. Karena kami percaya keberlanjutan adalah tentang manusia dan perusahaan dan masyarakat itu harus tumbuh bersama,” tandas Agustiawan. Apalagi target RU IV Cilacap ini mewujudkan masyarakat Kabupaten Cilacap berdaya saing unggul, inovatif dan mandiri dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan mendukung Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap menjadi Perusahaan logistik dan trading terintegrasi yang terdepan.
