TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Inovasi ke Pengujian Nyata, Semen Merah Putih Uji Implementasi MPTree

Albarsyah
21 April 2026 | 11:54
rubrik: Business Info
Dari Inovasi ke Pengujian Nyata, Semen Merah Putih Uji Implementasi MPTree

Inovasi Photobioreactor Microalgae Penyerap Karbon oleh Semen Merah Putih

Jakarta, TopBusiness – PT. Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih) menguji coba prototipe MPTree, teknologi berbasis mikroalga yang dirancang untuk menyerap karbon dioksida (CO₂) di kawasan padat aktivitas. Uji coba dilakukan di pabrik Beton Merah Putih di Jatiasih, Bekasi, sebagai bagian dari pengembangan solusi rendah karbon yang terukur dan berbasis sains.

MPTree merupakan sistem fotobioreaktor yang memanfaatkan mikroalga untuk menyerap CO₂ melalui proses fotosintesis dalam ruang tertutup. Teknologi ini dikembangkan bersama AlgaePark Indonesia dan dirancang agar dapat ditempatkan di area dengan keterbatasan ruang terbuka hijau, termasuk kawasan industri dan perkotaan.

Di tengah keterbatasan ruang hijau di kota-kota besar, pendekatan konvensional dalam penyerapan karbon menghadapi tantangan. MPTree hadir sebagai alternatif yang efisien ruang dan dapat diintegrasikan ke berbagai lingkungan tanpa bergantung pada ketersediaan lahan luas.

Prototipe MPTree saat ini diuji dalam kondisi operasional nyata di lingkungan pabrik dengan intensitas aktivitas tinggi. Uji coba ini difokuskan pada pengukuran kinerja penyerapan CO₂, stabilitas sistem, serta kemampuan integrasi teknologi dalam lingkungan kerja. Teknologi ini kerap dijuluki sebagai “pohon cair” karena kemampuannya berfungsi sebagai penyerap CO₂ dan polutan udara secara efisien, khususnya pada lokasi yang tidak memungkinkan penambahan ruang terbuka hijau secara konvensional.

Hasil awal menunjukkan kapasitas penyerapan karbon MPTree telah mencapai setara sekitar 8 pohon, dengan target pengembangan hingga setara 16 pohon. Data ini akan terus divalidasi melalui pengujian lanjutan.

“Bagi kami, komitmen keberlanjutan Semen Merah Putih dibuktikan melalui langkah nyata yang dapat diuji dan diukur. MPTree adalah bagian dari upaya kami untuk mengembangkan solusi rendah karbon berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan ruang perkotaan saat ini,” ujar Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih.

Bekerja sama dengan perusahaan rintisan bioteknologi AlgaePark Indonesia, Semen Merah Putih mengembangkan MPTree yang paling sesuai untuk kawasan urban sekaligus memiliki fungsi street furniture bagi masyarakat. Di Maret tahun ini, prototipe MPTree berhasil dibangun di salah satu pabrik Beton Merah Putih, di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat sebagai area pengujian awal.

BACA JUGA:   Jalankan Bisnis LNG, PGN Makin Ekspansif

Lingkungan operasional pabrik diJatiasih sengaja dipilih untuk memaksimalkan pengujian awal atas performa teknologi MPTree di kondisi nyata dengan intensitas aktivitas yang berat. Proses tersebut menjadi langkah terukur dan konkret dalam pengembangan solusi rendah karbon yang berpotensi diterapkan lebih luas di banyak wilayah publik.

MPTree Unggul dalam Efisiensi Ruang dan Ketahanan Operasional

Sebagai unit prototipe yang dikembangkan untuk konteks industri dan kawasan padat aktivitas, MPTree dirancang dengan pendekatan rekayasa yang mengutamakan keselamatan, stabilitas, dan efisiensi ruang. Unit tersebut berdimensi lebar 1,30 meter, panjang 1,90 meter, dan tinggi 2,40 meter. Para peneliti MPTree meyakini dimensi tersebut telah relatif ringkas untuk ditempatkan di berbagai area, tanpa mengganggu aktivitas sekitarnya.

Struktur utama MPTree sendiri menggunakan rangka baja sudut persegi dengan tiap sisi 40 milimeter dengan ketebalan 3 milimeter, yang dirancang secara modular dan dilas untuk menopang beban kaca, volume air, serta komponen sistem alga di atasnya. Pendekatan modular ini memungkinkan stabilitas struktural sekaligus fleksibilitas dalam proses pemasangan dan perawatan.

Sistem fotobioreaktor di MPTree dilindungi oleh kaca tempered laminasi berlapis 8 + 8 millimeter, yang terdiri dari dua lapisan kaca tempered dengan lapisan laminasi Polyvinyl Butyral (PVB) di antaranya. Konfigurasi ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap benturan serta menjaga aspek keselamatan apabila terjadi kerusakan, sehingga unit tetap aman dioperasikan di lingkungan industri dan publik.

Dengan volume air efektif sekitar 300 liter, MPTree mengoptimalkan proses fotosintesis mikroalga dalam ruang tertutup. Volume ini setara dengan sekitar 80 persen kapasitas reaktor total, sehingga memungkinkan sirkulasi dan pertumbuhan mikroalga berlangsung secara stabil dan terkendali. Seluruh sistem dilapisi panel komposit aluminium (ACP) dengan lapisan akhir hitam metalik doff, yang bersifat ringan, tahan korosi, dan sesuai untuk penggunaan jangka panjang di berbagai kondisi lingkungan.

Pemasangan prototipe MPTree di Pabrik Jatiasih sendiri dilakukan melalui prosedur teknis yang terukur dan efisien. Mencakup tahap perakitan struktur, kalibrasi sistem sensor, pengisian media mikroalga, serta sinkronisasi panel kontrol fotobioreaktor.

BACA JUGA:   Semen Merah Putih Aktif Mendukung Tenaga Kerja Bersertifikasi

Seluruh tahapan dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan bahwa unit terintegrasi dengan baik terhadap lingkungan operasional pabrik. Ventilasi, akses perawatan, serta keamanan sistem menjadi bagian dari pertimbangan utama dalam proses instalasi ini.

Dalam proyek percontohan ini, Semen Merah Putih melibatkan tim lintas disiplin, kolaborasi antara pakar teknis internal Semen Merah Putih dan spesialis bioteknologi dari AlgaePark, guna memastikan bahwa aspek mekanis, kontrol sistem, hingga stabilitas biologis mikroalga berjalan optimal sesuai standar sains dan keselamatan.

Solusi Ilmiah MPTree Menjawab Tantangan Kualitas Udara Kotor

Kualitas udara buruk di Indonesia, terutama di perkotaan dan area beraktivitas industri dan transportasi tinggi, menjadi tantangan terkini yang makin kompleks. Utamanya, soal keterbatasan ruang hijau membuat pendekatan penyerapan karbon konvensional sering kali tidak efektif dalam menjawab kebutuhan resapan karbon secara efektif.

Dalam situasi terbatas lahan, MPTree dirancang sebagai solusi efisien ruang namun tetap memiliki potensi penyerapan karbon yang tinggi. Secara ilmiah, mikroalga dikenal memiliki tingkat efisiensi fotosintesis yang dapat melampaui mekanisme pohon konvensional. Melalui sistem photobioreactor, proses tersebut dapat dikontrol dan dioptimalkan, sehingga memungkinkan pengukuran kinerja secara lebih presisi.

Lewat uji coba ini, Semen Merah Putih menempatkan MPTree sebagai perangkat uji lapangan untuk mengumpulkan data penyerapan CO₂, stabilitas operasional, serta parameter lingkungan lainnya. Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan potensi pengembangan dan penerapan teknologi ini di konteks ruang yang lebih luas.

Pembuktian Komitmen ESG Lewat Pengujian Nyata

Nyiayu menjelaskan bahwa pemasangan prototipe MPTree merupakan bagian dari pendekatan perusahaan dalam menerjemahkan komitmen keberlanjutan ke dalam langkah nyata yang dapat diuji dan diukur.

“Lewat MPTree, kami membuktikan komitmen keberlanjutan Semen Merah Putih lewat pengujian dan implementasi nyata di lapangan. Fokus kami saat ini adalah memahami kinerja teknologi ini secara menyeluruh, mengumpulkan data yang relevan, dan menjadikannya dasar bagi pengembangan solusi rendah karbon ke depan,” ujar Nyiayu.

BACA JUGA:   Hulu Migas Butuh Penyederhanaan Percepatan Perizinan Peraturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Hulu Migas

Pemilihan Pabrik Jatiasih sebagai lokasi uji awal didasarkan pada karakteristik operasionalnya yang dinilai representatif. Dalam pengujian ini, Semen Merah Putih akan mendapatkan banyak data komprehensif terkait dampak lingkungan dan integrasi teknis, yang dijadikan acuan strategis dan implementatif untuk pengembangan berikutnya.

Dalam mendukung stabilitas operasionalnya, MPTree menggunakan sistem tenaga hybrid, perpaduan panel surya dan jaringan PLN, sehingga dapat beroperasi selama 24 jam penuh. Sistem ini dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) yang terhubung dengan empat sensor utama dalam memantau berbagai parameter secara real time, mulai dari fluktuasi gas CO₂ dan O₂, hingga kondisi internal seperti suhu dan pH dari alga.

Sinergi Pengembangan Jangka Panjang Solusi Serap Karbon

Inisiatif MPTree dijalankan melalui kolaborasi dengan AlgaePark Indonesia, mitra teknologi yang memiliki keahlian dalam pengembangan sistem photobioreactor berbasis mikroalga. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks melalui pendekatan berbasis sains.

Direktur Utama PT Algaepark Indonesia Mandiri, Muhammad Zusron, menyampaikan bahwa kemampuan mikroalga dalam menyerap CO₂ dinilai sangat kuat secara alami. “Melalui sistem photobioreactor, proses penyerapan tersebut dapat dikontrol dan dioptimalkan secara presisi. Kolaborasi ini juga mencerminkan bagaimana inovasi berbasis sains dapat diuji dalam konteks industri sebagai langkah awal menuju penerapan yang lebih luas,” jelasnya.

Nyiayu menambahkan bahwa evaluasi kinerja prototipe MPTree akan menjadi dasar untuk menentukan arah pengembangan teknologi hijau selanjutnya. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengeksplorasi solusi yang mendukung transisi menuju industri yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Transisi menuju masa depan rendah karbon membutuhkan keberanian untuk memulai, mengukur, dan menyempurnakan. Melalui uji MPTree ini, kami ingin membuka ruang kolaborasi dan inovasi yang lebih luas dengan banyak pihak, swasta, Pemerintah hingga kalangan aktivis lingkungan, mengembangkan MPTree. Langkah yang jalankan di MPTree adalah ikhtiar bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih demi kehidupan generasi mendatang yang lebih baik,” tutupnya.

Tags: semen merah putih
Previous Post

BP BUMN Dorong Penguatan PT Pos Indonesia sebagai Induk BUMN Logistik

Next Post

Industri Tekstil Stabil Walau Harga Bahan Baku Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR