TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertumbuhan Reksadana Tahun Ini Dibayangi Isu Panas Perang Iran-AS

Busthomi
21 April 2026 | 14:16
rubrik: Capital Market
Pertumbuhan Reksadana Tahun Ini Dibayangi Isu Panas Perang Iran-AS

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana (kanan) bersama M. Maulana, Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK (Tengah) dan Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang (kiri) usai acara reksadana di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/4/2026). FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Pasar reksa dana menghadapi tantangan yang tak mudah. Terlebih saat ini masih dibayangi oleh gejolak Timur Tengah dengan adanya perang antara Iran lawan Israel dan Amerika Serikat.

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana menyebut, prospek reksadana ke depan sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Iya sangat berpengauh. Jika ketegangan mereda, harga minyak mentah berpotensi turun dan nilai tukar rupiah bisa lebih stabil. Pada akhirnya berdampak positif terhadap pasar obligasi. Ini artinya positif juga buat reksadan, terutama pendapatapan tetap,” terang Lolita saat acara di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/4/2026).

Terkait suku bunga, kata Lolita, saat ini ada perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga. Jika sebelumnya pelaku pasar optimistis suku bunga akan turun, kini pandangan tersebut mulai bergeser.

Ia menilai, peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin terbatas.  Bahkan, tidak menutup kemungkinan suku bunga tetap bertahan atau meningkat. Kondisi ini akan memengaruhi kinerja obligasi serta reksadana.

“Namun begitu, peluang investasi masih terbuka, terutama untuk jangka Panjang ya. Beberapa aset, termasuk saham berkapitalisasi besar, dinilai masih berada pada valuasi yang relatif murah,” terang dia.

Untuk itu, dia menyarankan, di tengah kondisi ketidakpastian saat ini diperlukan adanya diversifikasi portofolio sesuai dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing investor.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tercatat naik dari Rp 706 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 717 triliun di Februari 2026. Namun, pada Maret 2026, NAB kembali terkoreksi menjadi Rp 699 triliun.

BACA JUGA:   Samuel Management Catatkan Reksadana ESG secara E-Listing

“Penguatan pada dua bulan pertama tahun ini terutama ditopang oleh kinerja reksadana pendapatan tetap dan pasar uang. Sampai saat ini, kontribusi terbesar terhadap kinerja reksadana masih berasal dari reksadana pendapatan tetap, diikuti oleh reksadana pasar uang,” jelasnya.

Sementa untuk kinerja tahun 2025 lalu, di tengah upaya penguatan literasi dan inklusi, industri reksa dana Indonesia mencatatkan lonjakan kinerja signifikan. Dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana tercatat tumbuh sebesar 35,06% menjadi Rp679,24 triliun, dari Rp502.92 triliun pada akhir 2024.

Secara agregat, total dana kelolaan investasi berhasil melampaui tonggak penting Rp1.000 triliun, tepatnya mencapai Rp1.007,65 triliun, atau meningkat 25,19% dalam setahun, menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Tags: APRDIreksadana
Previous Post

Industri Tekstil Stabil Walau Harga Bahan Baku Naik

Next Post

Habis Gelap Terbitlah Terang: KOWANI Gaungkan Peradaban Perempuan Indonesia Menuju Pengakuan Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR