TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Investasi di Kuartal II, Ini Strateginya di Tengah Volatilitas yang Masih Tinggi versi Mirae Asset

Busthomi
21 April 2026 | 16:33
rubrik: Capital Market
2026, Mirae Asset Ramal Sektor Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi Jadi Pilihan

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi pada kuartal II 2026.

Di tengah dinamika tersebut, Mirae Asset melihat kondisi ini sebagai momentum bagi investor untuk tetap aktif dan selektif dalam menyusun strategi investasi.

Pandangan tersebut disampaikan dalam Media Day, yang digelar Selasa (21/4/2026), dengan mengusung tema Volatility to Opportunity: Market Outlook and Strategy for Q2 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Mirae Asset Sekuritas memaparkan pandangan makroekonomi, sektoral, serta strategi pasar yang relevan bagi investor.

Di sisi makroekonomi, Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyampaikan bahwa dinamika suku bunga global dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar pada kuartal II 2026.

Konflik geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada jalur perdagangan global, turut mendorong tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

“Volatilitas merupakan bagian dari dinamika global, namun dengan fundamental domestik yang masih relatif terjaga, peluang investasi di pasar Indonesia masih terbuka,” ujar Rully.

Rully menambahkan bahwa ruang pelonggaran suku bunga cenderung terbatas di Tengah tekanan inflasi dan harga minyak, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diproyeksikan berada di kisaran 5,0% pada 2026.

Dari sisi sektoral, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Daniel Aditya Widjaja, menyampaikan bahwa kinerja operator telekomunikasi menunjukkan pemulihan yang lebih kuat dari ekspektasi.

Average Revenue Per User (ARPU) dari dua operator utama, yakni Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan XLSmart (EXCL), mencatatkan rekor tertinggi pada kuartal IV 2025.

“Pencapaian ARPU ini mencerminkan pergeseran industri dari kompetisi harga menuju kompetisi berbasis nilai,” ujar Daniel.

BACA JUGA:   CPO Fund Bakal Gerus Pendapatan PALM.

Ia menambahkan, potensi pertumbuhan juga didorong oleh bisnis GPU-as-a-Service (GPUaaS) yang mulai memberikan berkontribusi terhadap pendapatan ISAT, dengan estimasi kontribusi sekitar USD50–70 juta pada 2026. Selain itu, rencana spin-off aset fiber Telkom dinilai berpotensi mendorong pembagian dividen spesial dengan estimasi yield sekitar 12–13% pada 2026.

Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi, dengan EXCL sebagai top pick yang didukung potensi pertumbuhan EBITDA sebesar 17,7% secara tahunan pada tahun fiskal 2026.

Sementara itu, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, menilai volatilitas pasar membuka peluang bagi investor untuk masuk secara selektif.

“Volatilitas membuka peluang melalui strategi berburu saham diskon dengan pendekatan value investing. Momentum dividen dan kinerja emiten dapat dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama pada saham komoditas dan big caps,” ujar Nafan.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di 7.346–7.447 dan resistance di 7.677–7.774 dalam jangka pendek.

Dalam paparannya, Nafan juga menyoroti sejumlah saham big caps yang menarik untuk diakumulasi pada kuartal II 2026, di antaranya ADRO, BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, serta EXCL.

Selain itu, saham berbasis komoditas seperti ANTM, BRMS, UNTR, dan MDKA juga dinilai menarik seiring kuatnya harga emas dan dinamika geopolitik global. Mirae Asset Sekuritas menilai volatilitas pasar bukan semata risiko, tetapi juga peluang yang dapat dimanfaatkan melalui strategi investasi yang tepat. Dengan kombinasi fundamental domestik yang solid serta peluang sektoral yang selektif, investor diharapkan dapat lebih adaptif dalam menangkap momentum pasar pada kuartal II 2026.

Tags: investasi kuartal IIMirae Assetvolatilitas pasar
Previous Post

IHSG Ditutup Melemah pada Perdagangan Selasa

Next Post

Program CSR Unggulan Tjiwi Kimia Libatkan Masyarakat dalam Rantai Pasok Industri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR