Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (21/04/2026). IHSG turun 34,73 poin atau 0,46 persen ke level 7.559,38 setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Aktivitas transaksi terpantau cukup aktif hingga penutupan. Total volume perdagangan mencapai sekitar 45 miliar saham dengan frekuensi kurang lebih 2,8 juta kali transaksi. Adapun nilai transaksi harian pada penutupan perdagangan tercatat berada di kisaran Rp20 triliun, mencerminkan likuiditas pasar yang tetap terjaga meskipun indeks bergerak melemah.
Sejak sesi awal, minat transaksi sudah terlihat dengan nilai perdagangan yang terus meningkat hingga akhir sesi, menunjukkan bahwa tekanan jual yang terjadi di pasar diimbangi oleh aksi beli selektif dari pelaku pasar.
Pelemahan indeks tidak terlepas dari tekanan pada sejumlah saham yang mengalami penurunan tajam. Saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) turun sekitar 8,49 persen ke posisi Rp1.725. Saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) melemah 8,05 persen ke level Rp80, sementara PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 7,34 persen ke posisi Rp3.030. Penurunan signifikan pada saham-saham tersebut turut memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG.
Minimnya penguatan pada saham-saham berkapitalisasi besar membuat indeks kesulitan untuk berbalik arah ke zona hijau. Kondisi ini mempertegas dominasi aksi jual hingga penutupan perdagangan.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh sentimen global yang kurang kondusif serta aksi ambil untung setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya. Selain itu, koreksi pada saham lapis dua dan tiga juga mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor.
Secara teknikal, posisi IHSG yang melemah ke area 7.550 menunjukkan pasar sedang berada dalam fase konsolidasi. Jika tekanan berlanjut, indeks berpotensi menguji level support di kisaran 7.500. Namun, apabila terjadi rebound, IHSG berpeluang kembali mengarah ke area 7.650 hingga 7.700.
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati dinamika global serta menunggu sentimen baru dari dalam negeri sebagai penentu arah pergerakan indeks selanjutnya.
Data AI
