Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Rabu (22/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Selasa (21 April): Dow -0,59%, S&P 500 -0,63%, dan Nasdaq -0,59%. Kemarin, Wall Street ditutup lebih rendah karena investor semakin khawatir bahwa kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran tidak akan tercapai sebelum gencatan senjata yang akan berakhir pada hari Rabu. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 0,96% menjadi 4,292%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,30% menjadi 98,39.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (21 April): Minyak mentah WTI naik 2,81% menjadi USD 92,13/bbl, minyak mentah Brent naik 3,14% menjadi USD 98,48/bbl, batu bara naik 2,78% menjadi USD 123,75/ton, CPO turun 0,15% menjadi MYR 4.559/ton, dan emas turun 2,09% menjadi USD 4.720/oz.
Pasar Asia ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (21 April): Hang Seng naik 0,48%, Nikkei melonjak 0,89%, dan Shanghai naik 0,07%.
JCI turun 0,46% menjadi 7.559,38, dengan pembelian bersih asing sebesar Rp 473,9 miliar, terdiri dari pembelian bersih Rp 243,2 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 230,7 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBRI (Rp 175,9 miliar), BBCA (Rp 128,6 miliar), dan TLKM (Rp 78,5 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di EMAS (Rp 129,4 miliar), BNBR (Rp 113,2 miliar), dan INDY (Rp 67,6 miliar). Pergerakan utama terjadi pada BRPT, EMAS, dan BMRI, sedangkan pergerakan yang tertinggal terjadi pada DSSA, BBRI, dan BREN.
Pagi ini, baik KOSPI (-0,29%) dan Nikkei (-0,15%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun karena sentimen negatif di seluruh pasar regional,” demikian hasil riset.
