TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Strategi CSR Terintegrasi, Pertamina Patra Niaga AFT Juanda Dorong Dampak Nyata bagi Masyarakat Pesisir

Abi Abdul Jabbar Sidik
22 April 2026 | 14:53
rubrik: Business Info, CSR, Event
Strategi CSR Terintegrasi, Pertamina Patra Niaga AFT Juanda Dorong Dampak Nyata bagi Masyarakat Pesisir

Jakarta, TopBusiness – Transformasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kini tidak lagi sekadar aktivitas filantropi, melainkan telah berkembang menjadi strategi bisnis berkelanjutan yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan isu global. Hal ini tercermin dari langkah yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dalam mengembangkan program CSR berbasis social mapping dan inovasi lingkungan.

Dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Majalah TopBusiness, Senin (20/4/2026), Junior Supervisor HSSE AFT Juanda, Nadila Khairunnisa memaparkan bagaimana strategi CSR perusahaan tidak hanya menjawab persoalan lokal, tetapi juga mengadopsi isu global seperti perubahan iklim, ketahanan ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan kelompok rentan.

AFT Juanda sendiri merupakan bagian dari Subholding Commercial and Trading Pertamina yang berperan dalam distribusi energi avtur bagi industri penerbangan. Beroperasi sejak 1971 di kawasan Sedati, Sidoarjo, terminal ini menjadi simpul penting dalam rantai pasok energi penerbangan dengan kapasitas penyimpanan mencapai 20 ribu kiloliter dan distribusi lebih dari 800 kiloliter per hari.

CSR Berbasis Data: Dari Social Mapping ke Strategi Terukur

Dalam pengembangan CSR, AFT Juanda mengedepankan pendekatan berbasis data melalui social mapping sebagai fondasi utama perencanaan program. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengidentifikasi akar persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara lebih komprehensif.

Nadila menjelaskan bahwa strategi tersebut tidak hanya melihat persoalan lokal secara parsial, tetapi juga mengaitkannya dengan isu global yang relevan.

“Program-program CSR yang kami jalankan secara keseluruhan dititikberatkan pada hasil pemetaan sosial atau social mapping yang kami lakukan. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan kondisi lokal, tetapi juga mengangkat isu global yang kemudian kami kontekstualisasikan secara lokal, sehingga program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Nadila.

BACA JUGA:   Laba Melonjak 29 Persen, JTPE Andalkan Segmen Dokumen Sekuriti

Ia menambahkan bahwa salah satu isu utama yang diangkat adalah dampak perubahan iklim terhadap masyarakat pesisir, khususnya penurunan produktivitas tambak akibat kenaikan permukaan air laut. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya kerentanan ekonomi masyarakat, terutama perempuan yang selama ini bergantung pada sektor tersebut.

“Kami melihat bagaimana perempuan-perempuan buruh tambak berada dalam posisi paling rentan ketika terjadi tekanan krisis iklim, kemiskinan, dan degradasi lingkungan. Dari situlah kami merancang program yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi mereka,” jelasnya.

Dalam implementasinya, AFT Juanda tidak berjalan sendiri. Perusahaan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, kelompok masyarakat, hingga institusi pendidikan untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Strategi kolaboratif ini juga diwujudkan melalui penyusunan rencana kerja dan indikator keberhasilan yang dilakukan secara partisipatif setiap tahun.

“Kami memastikan bahwa setiap program yang dijalankan terintegrasi dengan program prioritas daerah. Penyusunan rencana dilakukan bersama pemerintah dan masyarakat, sehingga indikator keberhasilan yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat,” kata Nadila.

Meski didukung oleh sumber daya manusia yang relatif terbatas, yaitu sekitar 3,6% dari total pekerja, AFT Juanda mampu mengoptimalkan pelaksanaan program melalui pendekatan transfer knowledge lintas departemen.

Pengetahuan teknis dari internal perusahaan, seperti pengelolaan limbah, strategi pemasaran, hingga teknologi sederhana, ditransfer kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian mereka.

Kang Iling: Program Unggulan Berbasis Inovasi Lingkungan dan Ekonomi

Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Residual Living Initiative atau Kang Iling yang dijalankan di Desa Kalanganyar, Sidoarjo. Program ini menjadi model integrasi antara pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:   Kepala BKPM: 20% Investasi RI Ditopang Industri Startup

Kang Iling dirancang untuk menjawab permasalahan limbah dari aktivitas pengolahan ikan bandeng, yang selama ini menjadi sumber pencemaran sekaligus belum dimanfaatkan secara optimal.

“Melalui program Kang Iling, kami mengembangkan solusi dari hulu ke hilir. Tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Nadila.

Program ini mencakup pengolahan limbah padat menjadi produk UMKM, pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, hingga inovasi biobank untuk pengelolaan minyak jelantah.

Dalam perjalanannya sejak 2022, Kang Iling telah berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan, pelaku UMKM, hingga kelompok rentan.

Dampak Nyata: Lingkungan, Ekonomi, hingga Kesehatan 

Implementasi program Kang Iling menunjukkan dampak yang signifikan di berbagai aspek. Dari sisi lingkungan, seluruh limbah cair berhasil dikelola dan sebagian besar limbah padat telah dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah.

Di sisi ekonomi, program ini berhasil menciptakan sumber pendapatan baru melalui pengembangan UMKM berbasis limbah serta pengelolaan sampah terpadu.

“Program ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Kami melihat adanya peningkatan pendapatan dari berbagai aktivitas produktif yang sebelumnya tidak ada,” kata Nadila.

Dampak sosial juga terlihat dari meningkatnya keterlibatan masyarakat serta penurunan angka kemiskinan di wilayah program. Program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat melalui inovasi produk berbasis limbah yang memiliki nilai gizi.

Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program CSR AFT Juanda mencapai 86,3%, menunjukkan penerimaan yang tinggi terhadap program yang dijalankan.

SROI Positif, Program Dinilai Layak dan Berkelanjutan

Keberhasilan program Kang Iling juga tercermin dari nilai Social Return on Investment (SROI) yang mencapai 1,72. Angka ini menunjukkan bahwa setiap investasi yang dilakukan menghasilkan dampak sosial yang lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan.

BACA JUGA:   Kementerian PU Selesaikan 46 Pasar pada 2018-2024

Nilai tersebut menjadi indikator bahwa program tidak hanya efektif, tetapi juga layak untuk dilanjutkan dan direplikasi di wilayah lain.

“Dengan capaian SROI di atas satu, ini menunjukkan bahwa program kami memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan. Kami berharap model ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutur Nadila.

Ke depan, AFT Juanda berkomitmen untuk terus mengembangkan program CSR berbasis inovasi dan kemandirian masyarakat. Program Kang Iling sendiri telah memasuki tahap penguatan ekonomi komunitas dan penciptaan lapangan kerja baru.

Dengan pendekatan yang terintegrasi antara aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial, CSR tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, melainkan sebagai investasi strategis dalam menciptakan nilai bersama antara perusahaan dan masyarakat.

Tags: PT Pertamina Patra Niaga AFT JuandaTOP CSR Award 2026
Previous Post

CINT Bagikan Dividen Rp 13,8 Miliar, Bidik Penjualan Tumbuh Single Digit di 2026

Next Post

Kolaborasi Pertamina Drilling-PDC-Disnaker Prabumulih Dorong Daya Saing Pemuda Lokal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR