Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) Proyek KPBU Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sumatera Barat.
Dalam pelaksanaan proyek, HPSL memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap nilai-nilai sosial serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Dari sisi konstruksi, progres pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setelah menyelesaikan pekerjaan struktur bawah seperti abutment (kepala jembatan) dan pilar, kini bentuk Jembatan 1 mulai terlihat semakin jelas.
Pada Kamis (9/4), telah dilaksanakan pemasangan girder (balok utama penopang jembatan) di Jembatan 1, yang merupakan tahapan krusial dalam pembentukan struktur atas jembatan. Hingga memasuki minggu ke-56 per 17 April 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 16,4%.
Dalam periode tersebut, tim konstruksi juga telah menyelesaikan pemasangan girder pada beberapa bentang, sehingga struktur utama jembatan secara bertahap mulai terbentuk. Saat ini, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan tulangan besi, pemasangan cetakan (bekisting), serta pengecoran pada bagian penghubung antar girder sebagai persiapan menuju pengecoran lantai jembatan. Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi serta aspek keselamatan kerja tetap terjaga sesuai standar yang berlaku.
Di sisi lain, progres pengadaan lahan juga terus menunjukkan perkembangan yang signifikan sebagai bagian dari tahapan penting proyek. Pada Rabu (8/4), proses pengadaan lahan telah memasuki tahapan lanjutan, di mana secara bertahap sebanyak 4 bidang tanah telah tuntas melalui rangkaian proses penawaran, hingga penetapan konsinyasi, yang menjadi dasar penerbitan Pemutusan Hubungan Hukum (PHH) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Hasil Pelaksanaan Pengadaan Tanah kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Dari total target pengadaan lahan masyarakat sebanyak 31 bidang tanah, termasuk di dalamnya fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum), proses selanjutnya terus berjalan. Pada Selasa (21/4), dilakukan lanjutan penawaran konsinyasi terhadap 8 bidang tanah, sehingga secara kumulatif jumlah bidang yang telah melalui tahapan penawaran konsinyasi mencapai 12 bidang.
Dengan capaian tersebut, saat ini tersisa sekitar 5 bidang lahan masyarakat dengan luas ±0,07 hektare. 2 bidang sudah didaftarkan konsinyasi ke PN Padang dan menunggu jadwal penawaran dari PN Padang serta 3 bidang masih dalam proses tindak lanjut oleh Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Pengadaan tanah merupakan bagian dari kewenangan pemerintah yang dilaksanakan oleh instansi berwenang, dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama stakeholder terkait. Seluruh proses tersebut dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, transparansi, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat, termasuk nilai-nilai adat.
HPSL senantiasa berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang baik serta membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran pembangunan proyek.
“Kami menghormati seluruh pendapat dan masukan dari masyarakat maupun stakeholder lainnya. HPSL berkomitmen untuk menjalankan peran sebagai Badan Usaha Pelaksana secara profesional serta mendukung penuh proses yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Kami juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pembangunan proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi kita semua,” ujar Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik.
Keberadaan Flyover Sitinjau Lauik I diharapkan dapat menjadi solusi atas kondisi jalan eksisting yang memiliki tikungan ekstrem dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi. Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Kota Padang dan Solok serta wilayah sekitarnya.
Dengan meningkatnya konektivitas tersebut, proyek ini diharapkan dapat mendorong kelancaran distribusi logistik, efisiensi waktu tempuh, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, HPSL optimistis proyek Flyover Panorama I Sitinjau Lauik I dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
