TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Gerakan ‘Perempuan Istimewa Mandiri Secara Ekonomi’ Hadirkan Ruang Bertumbuh, Berkarya, dan Berdaya

Busthomi
23 April 2026 | 22:44
rubrik: Ekonomi
Gerakan ‘Perempuan Istimewa Mandiri Secara Ekonomi’ Hadirkan Ruang Bertumbuh, Berkarya, dan Berdaya

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Dalam semangat memperingati Hari Kartini, rangkaian kegiatan Hari Kartini – Perempuan Istimewa Mandiri Secara Ekonomi diselenggarakan selama 20–22 April 2026 di Museum R.A. Kartini, Rembang, Jawa Tengah.

Ini sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang yang lebih inklusif, hangat, dan bermakna bagi perempuan istimewa untuk belajar, bertumbuh, dan berkarya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Kartini Heritage Center, yayasan yang didirikan oleh keturunan langsung R.A. Kartini, sebagai bentuk menghadirkan kembali semangat perjuangan Kartini dalam konteks masa kini.

Bila dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan dan kemerdekaan berpikir bagi perempuan, maka hari ini semangat tersebut diterjemahkan melalui pembukaan akses terhadap pembelajaran, kreativitas, rasa percaya diri, dan peluang menuju kemandirian ekonomi.

Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri oleh Selvi Ananda Gibran dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi.

Kehadiran para tokoh nasional tersebut menjadi penegasan bahwa isu pemberdayaan perempuan, inklusivitas, dan penguatan kapasitas kelompok rentan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah menghadirkan Studio Kreasi Kartini sebagai wadah berkreasi bagi perempuan istimewa.

Studio ini diharapkan menjadi ruang belajar, ruang berproses, dan ruang bertumbuh yang dapat membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk mengenali potensinya, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan keterampilan kreatif dan digital secara berkelanjutan.

Ketua Yayasan Kartini Heritage Center, Joddy Mulyasetya Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan langkah awal dari gerakan yang ingin menghadirkan perubahan nyata.

Menurutnya, semangat Kartini hari ini perlu diwujudkan dalam bentuk akses yang setara, ruang yang inklusif, dan kesempatan yang nyata bagi perempuan untuk tumbuh dan mandiri.

BACA JUGA:   Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Ekonomi Kreatif Lampaui Target Nasional 2025

“Yang ingin kami bangun bukan hanya acara, tetapi ruang dan gerakan. Kami percaya setiap perempuan memiliki potensi untuk bertumbuh, berkarya, dan memberi makna. Karena itu, melalui program ini kami ingin menghadirkan wadah yang lebih dekat, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan agar perempuan istimewa dapat berkembang dengan percaya diri dan memiliki peluang menuju kemandirian ekonomi,” ujar Joddy, dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Elisa Soegito, Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak Yayasan Kartini Heritage Center, menegaskan bahwa pendekatan program ini lahir dari kesadaran bahwa perempuan istimewa masih menghadapi tantangan berlapis, baik dalam hal akses, ruang ekspresi, maupun kesempatan untuk berkembang.

“Perempuan istimewa sering kali masih berhadapan dengan keterbatasan akses dan stigma sosial. Karena itu, penting untuk menghadirkan ruang yang bukan hanya menerima kehadiran mereka, tetapi juga mendukung mereka untuk tumbuh, merasa dihargai, dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang,” ungkap Elisa.

Program ini juga diperkuat oleh kehadiran Dara Sarasvati, artis dan influencer, sebagai Pemantik Program Perempuan Istimewa Mandiri Secara Ekonomi. Kehadirannya menjadi bagian penting untuk menyalakan semangat, membangun kedekatan dengan publik, serta memperluas jangkauan pesan pemberdayaan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Menurut Dara Sarasvati, gerakan seperti ini penting karena pemberdayaan tidak cukup berhenti pada simpati, melainkan harus diwujudkan dalam dukungan nyata, ruang aman, dan kesempatan untuk berkembang.

“Saya percaya setiap perempuan punya cahaya dan potensinya masing-masing. Tugas kita adalah memastikan mereka punya ruang untuk tumbuh dan merasa didukung. Saya berharap program ini bisa menjadi awal dari lebih banyak keberanian, lebih banyak karya, dan lebih banyak perempuan yang percaya pada dirinya sendiri,” kata Dara Sarasvati.

BACA JUGA:   Mei 2025: Inflasi Tahunan Hanya 1,60%

Sementara itu, Aga Nugraha, Direktur Pendidikan dan Edukasi Yayasan Kartini Heritage Center, menjelaskan bahwa substansi kegiatan selama tiga hari tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan pada proses pembelajaran yang aplikatif melalui pelatihan kreator, pendampingan, serta penguatan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Pendidikan hari ini tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga soal membuka akses terhadap kemampuan yang dapat digunakan untuk kehidupan nyata. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, kami ingin peserta memiliki ruang untuk belajar, mengenali potensi diri, dan mengembangkan kreativitasnya secara lebih percaya diri,” ujar Aga.

Dari sisi keberlanjutan program, Bachtiar Putra Arvianto, Direktur Keuangan Yayasan Kartini Heritage Center, menyampaikan bahwa gerakan ini dirancang untuk tumbuh secara bertahap dan berkesinambungan. Setelah dimulai di Rembang, program akan diperkuat di Jepara dan selanjutnya dikembangkan ke berbagai daerah lain di Indonesia.

“Program ini dirancang bukan hanya untuk satu momentum, tetapi sebagai gerakan jangka menengah yang berkelanjutan. Kami ingin membangun ekosistem yang dapat terus hidup, bertumbuh, dan memberi manfaat lebih luas, dimulai dari Rembang sebagai titik pertama, lalu Jepara, dan ke depan menjangkau wilayah-wilayah lain di Indonesia,” jelas Bachtiar.

Melalui rangkaian kegiatan 20–22 April 2026, Yayasan Kartini Heritage Center berharap dapat menghadirkan ruang yang lebih ramah dan suportif bagi perempuan istimewa untuk belajar, berkarya, dan berkembang. Dari tanah sejarah Kartini di Rembang, langkah ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak harapan, lebih banyak karya, dan lebih banyak perempuan yang tumbuh dengan percaya diri serta menginspirasi lingkungan sekitarnya.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah menghadirkan Studio Kreasi Kartini – Perempuan Istimewa sebagai wadah berkreasi bagi perempuan istimewa. Studio ini diharapkan menjadi ruang belajar, ruang berproses, dan ruang bertumbuh yang dapat membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk mengenali potensinya, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan keterampilan kreatif dan digital secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Gandeng Rumah Yatim, WEGE Kembangkan Strategic CSR Jangka Panjang

Di ruang ini, perempuan istimewa diharapkan dapat melakukan take shoot video, belajar membuat konten, berlatih tampil di depan kamera, dan mengembangkan karya-karya kreatif yang relevan dengan era digital. Dengan demikian, studio ini bukan hanya menjadi fasilitas pendukung kegiatan, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong lahirnya kreativitas, ekspresi diri, dan peluang menuju kemandirian ekonomi.

Tags: kartiniprogram sosialyayasan kartini heritage center
Previous Post

CSR Unggulan Cakrawala Nusantara PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Sukses Dorong Pertanian Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR