Jakarta, TopBusiness — PT Trisensa Mineral Utama terpilih menjadi nominator TOP CSR Awards 2026. Sebagai pemegang izin operasional pertambangan batu bara yang berlokasi di Desa Tani Harapan dan Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan beroperasi sejak tahun 2008 dan memiliki izin hingga tahun 2033. PT Trisensa Mineral Utama mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP CSR Awards 2026, Rabu (22/4/2026).
Hadir dalam Penjurian, Comdev Officer PT Trisensa Mineral Utama, Lukman. Dalam Penjurian, Lukman mengatakan perusahaan dalam menjalankan operasinya, menjunjung tinggi kepatuhan terhadap regulasi, termasuk kewajiban pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM). Hal ini diwujudkan melalui penyusunan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang selaras dengan kebijakan pemerintah serta kebutuhan lokal masyarakat.
Karena itu, perusahaan kemudian terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terstruktur, partisipatif, dan berdampak nyata.
“Bagi perusahaan, CSR tidak hanya menjadi kewajiban, ia telah berkembang menjadi strategi utama dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan bisnis,” kata Lukman.
Social License to Operate Jadi Muara CSR
Dalam menghadirkan semua program CSR yang dilaksanakan, PT Trisensa Mineral Utama dicatat membangun social license dan nilai berkelanjutan sebagai bagian dari kebijakan utama.
Kebijakan tersebut dilaksanakan karena perusahaan memandang pentingnya memperoleh “social license to operate”, yaitu penerimaan dan kepercayaan dari masyarakat sekitar. Selain itu, program CSR yang dijalankan juga diharap dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan.
Dan dalam mengimplementasikan program CSR-nya, perusahaan dicatat menempatkan masyarakat sebagai subjek utama. Di sini, perusahaan berperan sebagai fasilitator yang mendukung kemandirian komunitas.
Adapun fokus implementasi meliputi: kemandirian ekonomi, infrastruktur dasar, pendidikan lingkungan, serta kesehatan masyarakat. Dengan fokus ini, program CSR yang dilaksanakan mampu meningkatkan kapasitas individu, penguatan kelembagaan, serta tumbuhnya kemandirian komunitas di wilayah operasional.
“Sebelum tahap implementasi, perusahaan melakukan pendekatan secara sistematis baik Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring dan Evaluasi. Pendekatan ini dilakukan demi memastikan bahwa program CSR tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan,” kata Lukman.
Program CSR Unggulan
Menurut Lukman kembali, banyak program CSR yang telah dihadirkan PT Trisensa Mineral Utama. Misalnya saja, PAMSIMAS Desa Tani Harapan. Program CSR ini merupakan program penyediaan air bersih berbasis masyarakat.
Selain itu, Pembinaan Sekolah Adiwiyata. Program CSR ini merupakan program pendidikan lingkungan yang mendorong sekolah menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan. Dalam program ini, dicatat mampu menghadirkan pencapaian positif. Seperti misalnya, SMPN 2 Loa Janan meraih Adiwiyata Nasional (2022) dan Adiwiyata Mandiri (2024)
Dan dari semua program CSR yang telah dilaksanakan, Kriya Dasawisma Harapan Sejahtera dicatat menjadi program CSR unggulan utama.
Program ini menjadi program unggulan karena memiliki keterkaitan dengan banyak SDGs. Seperti misalnya: Tanpa Kemiskinan (SDG 1), Kesetaraan Gender (SDG 5), Pekerjaan Layak (SDG 8), serta Produksi Berkelanjutan (SDG 12).
Secara umum, Kriya Dasawisma Harapan Sejahtera merupakan program CSR yang khusus bertumpu pada 3 program:
- Pelatihan menjahit dari dasar hingga menengah.
- Produksi barang bernilai jual (pakaian, tas, perlengkapan rumah tangga).
- Edukasi kewirausahaan dan pemasaran.
Program yang menjadi ikon pemberdayaan ekonomi berbasis perempuan ini, dicatat memiliki banyak keunggulan. Seperti misalnya, mendorong kemandirian ekonomi ibu rumah tangga, membuka peluang usaha rumahan berkelanjutan, dan meningkatkan kepercayaan diri perempuan.
Selain itu, ia jua memiliki banyak dampak nyata. Yaitu, peningkatan pendapatan keluarga, terbentuknya kelompok usaha mikro mandiri, serta mendukung rantai pasok (supply chain) perusahaan.
“CSR PT Trisensa Mineral Utama telah bertransformasi menjadi strategi bisnis berkelanjutan yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan. Melalui program unggulan berbasis pemberdayaan, perusahaan berhasil membangun komunitas yang lebih mandiri sekaligus memperkuat fondasi keberlanjutan perusahaan,” pungkas Lukman.
