TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLN Nusa Daya Dorong CSR Berbasis CSV untuk Tumbuh Berkelanjutan

Fauzi
28 April 2026 | 07:25
rubrik: CSR, Event
PLN Nusa Daya Dorong CSR Berbasis CSV untuk Tumbuh Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — Hadir pada sesi penjurian, kandidat peraih TOP CSR Awards 2026, PT PLN Nusa Daya mengungkap transformasi pada CSR yang dijalankan perusahaan. Dalam hal ini PLN Nusa Daya mengadopsi pendekatan Creating Shared Value (CSV) sebagai fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Secara tegas hal ini tertuang dalam tema presentasi yang diangkat, yakni ‘Creating Shared Value: Transformasi CSR PLN Nusa Daya untuk Pertumbuhan Berkelanjutan’.

Seperti dikatakan Manajer Tata Kelola dan Komunikasi PLN Nusa Daya, Ahmad Fakul Rahman, transformasi ini tidak hanya menempatkan CSR sebagai kegiatan sosial semata, tetapi sebagai bagian terintegrasi dari strategi bisnis dan keberlanjutan perusahaan.

Lebih lanjut Ahmad Fakul menegaskan bahwa arah baru ini selaras dengan penguatan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam operasional perusahaan. “Dimana CSV ini memang jadi transformasi di setiap CSR. Di mana kita harus tumbuh berkelanjutan,” ujar Ahmad Fakul Rahman di hadapan dewan juri TOP CSR Awards 2026, Jumat (24/4/2026).

Adapun sejalan dengan visinya menjadi perusahaan pengelola aset ketenagalistrikan terkemuka di wilayah tengah dan timur Indonesia, PLN Nusa Daya kini memasuki fase ekspansi signifikan. Pada 2026, cakupan wilayah operasional perusahaan meluas hingga ke kawasan barat Indonesia, termasuk Aceh, Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Palembang, Jambi, Bengkulu, hingga Batam dan Jawa.

“Di tahun 2026 ini memang benar-benar penugasan kami cukup banyak,” kata Ahmad Fakul.

Ekspansi tersebut juga diiringi peningkatan kapasitas organisasi. Jumlah tenaga kerja meningkat dari sekitar 19.000 menjadi 26.483 orang, dengan pengelolaan kapasitas pembangkit mencapai 1.543,06 GW serta layanan kepada lebih dari 14 juta pelanggan.

PLN Nusa Daya juga mengelola layanan ketenagalistrikan secara end-to-end, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga layanan pelanggan dan beyond kWh, termasuk infrastruktur kendaraan listrik dan instalasi kelistrikan kawasan seperti bandara dan kawasan hunian.

BACA JUGA:   Program CSR Sawit Sumbermas Andalkan Sinergi Berkelanjutan Berbasis Inklusi

Strategi Bisnis

Dalam menjalankan bisnisnya, PLN Nusa Daya mengusung empat pilar utama strategi jangka panjang hingga 2028, yakni Efficient Process, Excellent Performance, Elegant Atmosphere, dan Establishing High Trust. Strategi ini diarahkan untuk memperkuat efisiensi, meningkatkan kinerja, membangun budaya kerja profesional, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan.

Selain itu, perusahaan juga aktif berpartisipasi dalam pengembangan pembangkit listrik skala kecil di bawah 100 MW, khususnya di wilayah Indonesia timur. Peran ini bahkan diperluas saat terjadi bencana di Aceh dan Sumatera, di mana PLN Nusa Daya turut memastikan keandalan pasokan listrik.

“Supaya bencana itu cepat selesai kita menambah pembangkit di sana supaya tidak terjadi pemadaman kembali,” jelasnya.

CSR Terintegrasi dan Berbasis GCG

Dalam aspek tata kelola, PLN Nusa Daya menempatkan CSR atau TJSL sebagai bagian strategis yang dirancang sejak awal tahun melalui proses yang terstruktur dan melibatkan manajemen puncak.

“Keputusan ini langsung diambil, keterlibatan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris yang di mana seluruh TJSL kita itu disahkan dan masuk dalam RUPTL-nya PLN Nusa Daya,” ungkap Ahmad Fakul.

Program CSR disusun melalui analisis materialitas berbasis dampak terhadap bisnis dan kebutuhan stakeholder. Seluruh program juga melalui proses persetujuan berjenjang hingga tingkat pemegang saham, serta diaudit dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Pelaporan dilakukan secara sistematis dari unit pelaksana hingga tingkat direksi dan komisaris, serta diukur menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) untuk memastikan dampak yang terukur.

PLN Nusa Daya menetapkan empat prioritas utama dalam program CSR, yaitu penguatan ekonomi lokal, ketahanan lingkungan, pengembangan pendidikan dan SDM, serta elektrifikasi produktif.

“Program ini tidak dipilih secara acak. Tetapi berbasis dengan prioritas strategis dan kebutuhan nyata,” tegasnya.

BACA JUGA:   Inilah Entomopolis, CSR Besutan Erisa Kreatif

Implementasi program dilakukan melalui pendekatan roadmap berlapis, mencakup keberlanjutan, CSV, dan shared value. Beberapa program unggulan antara lain:

  • Desa Singkong di Kalimantan, yang mendorong ekonomi lokal berbasis listrik produktif
  • Pemberdayaan peternak di Sumbawa, melalui pemanfaatan limbah jagung menjadi pakan ternak
  • Pesantren Preneur, yang mengintegrasikan kewirausahaan dan pengelolaan limbah plastik

Program-program tersebut dirancang untuk menciptakan nilai bersama antara perusahaan dan masyarakat.

“Program ini tidak hanya sosial. Tetapi program yang di-create oleh teman-teman PLN Nusa Daya itu menghasilkan nilai bersama atau shared value,” ujarnya.

PLN Nusa Daya juga mengedepankan pendekatan inklusif melalui keterlibatan aktif stakeholder. Program dirancang menggunakan pendekatan bottom-up, melalui forum komunikasi, FGD, dan co-creation dengan masyarakat.

“Program ini tidak top-down, tetapi dibangun bersama stakeholder sehingga lebih tepat sasaran,” kata Ahmad Fakul.

Selain itu, perusahaan memastikan rantai pasok yang bertanggung jawab dengan melibatkan vendor yang memenuhi standar GCG dan K3L, serta mendorong partisipasi mitra lokal untuk memperluas dampak ekonomi.

Pendekatan ini bertujuan membangun social license to operate, yakni penerimaan dan dukungan masyarakat terhadap operasional perusahaan.

Sementara Ddalam mendukung agenda transisi energi, PLN Nusa Daya mengembangkan berbagai inisiatif berbasis energi baru terbarukan (EBT), termasuk PLTS hybrid di Pulau Maratua dan rencana pengembangan di pulau-pulau 3T.

Perusahaan juga mengintegrasikan prinsip green operation melalui pengelolaan limbah berbasis 3R serta pengembangan green jobs.

“Green Job itu menjadi target pembuka peluang kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan tengah menyiapkan program “Goes to Campus” untuk memperkenalkan peluang kerja di sektor energi hijau kepada generasi muda.

Transformasi CSR

Transformasi paling mendasar yang dilakukan PLN Nusa Daya adalah pergeseran paradigma CSR dari pendekatan charity menjadi investasi strategis berbasis nilai bersama.

BACA JUGA:   Majalah TopBusiness Selenggarakan TOP GRC 2019, Ini Keunggulannya

“CSR-nya kita tidak lagi reaktif tetapi strategic, driven, dan berbasis kebutuhan nyata,” tegas Ahmad Fakul.

Konsep CSV yang diusung perusahaan mengintegrasikan tiga nilai utama—ekonomi, sosial, dan lingkungan—dalam satu titik temu yang menghasilkan dampak simultan.

“CSR bukan lagi biaya, tetapi investment yang kita anggap bisa menghasilkan shared value,” ujarnya.

Melalui pendekatan ini, PLN Nusa Daya menargetkan seluruh program CSR tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga memperkuat bisnis, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta berkontribusi pada transformasi energi nasional menuju net zero emission.

Tags: PT PLN Nusa DayaTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Dari Limbah Jadi Nilai Tambah, Strategi CSR MKTR Perkuat Ekonomi Sirkular Sawit

Next Post

Cooling Down, BEI Suspensi KING

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR