TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Model CSR Perkotaan Indah Kiat Tangerang: Dari KWT hingga Kampung Iklim

Busthomi
29 April 2026 | 07:25
rubrik: CSR, Event
Model CSR Perkotaan Indah Kiat Tangerang: Dari KWT hingga Kampung Iklim

Jakarta, TopBusiness – Di tengah kompleksitas tantangan sosial dan lingkungan di kawasan perkotaan, perusahaan industri dituntut tidak hanya menjalankan operasional bisnis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Hal ini yang menjadi pijakan bagi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk – Tangerang Mill dalam merancang dan mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terintegrasi.

Melalui program unggulan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Kelompok Wanita Tani dan Pembinaan Kampung Iklim,” perusahaan mengembangkan pendekatan berbasis pemberdayaan ekonomi, penguatan sosial, serta pengelolaan lingkungan yang adaptif terhadap karakter wilayah urban.

Head of Sustainability Department Indah Kiat Tangerang Mill, Kholisul Fatikhin, menegaskan bahwa program ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang selaras dengan prinsip ESG.

“Program ini merupakan implementasi nyata keselarasan CSR dan ESG (environmental, social, and governance) perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang sekaligus pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.

Pernyataan Kholisul tersebut disampaikan di depan Dewan Juri saat mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring, Selasa (28/4/2026). Hadir mendampingi Kholisul adalah Agustinus Rheza selaku ESG APP, Eman Chitalindo sebagai Sustainability Manager IKPP Tangerang, dan Lily Yulianingsih selaku CSR IKPP Tangerang.

Kelola Dampak Secara Terukur

Didirikan pada tahun 1976, Indah Kiat Tangerang Mill kini telah beroperasi selama hampir lima dekade dan berlokasi di Jalan Raya Serpong KM 8, Kelurahan Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Posisi ini menjadikan perusahaan berada di tengah kawasan perkotaan yang padat aktivitas ekonomi dan sosial.

Dengan portofolio produk seperti specialty paper, kertas warna, hingga Qur’an paper, sekitar 90% produksi perusahaan ditujukan untuk pasar ekspor. Skala operasional yang besar tersebut turut membawa konsekuensi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:   BRI Kucurkan Rp 3,6 Miliar untuk Beasiswa Mahasiswa UT

Perusahaan menyadari bahwa aktivitas industri berpotensi memunculkan berbagai isu, sehingga diperlukan pengelolaan dampak yang sistematis.

Melalui social mapping, perusahaan mengidentifikasi sejumlah tantangan utama di wilayah operasional, yaitu kesenjangan sosial dan ekonomi, berkurangnya ruang hijau, serta permasalahan pengelolaan sampah atau limbah padat.

Isu-isu ini tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi risiko terhadap reputasi dan keberlanjutan operasional perusahaan.

“Oleh karena itu, pendekatan CSR yang diterapkan dirancang sebagai solusi terintegrasi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut secara langsung,” tegas Kholisul.

Pendekatan Partisipatif dan Kelompok Wanita Tani

Dalam merancang program, perusahaan tidak berjalan sendiri. Proses perencanaan dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah dengan masyarakat, diskusi dengan pemerintah kelurahan, serta koordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian.

Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan komunitas terhadap program yang dijalankan.

Selain itu, perusahaan juga menetapkan indikator keberhasilan yang terukur, seperti peningkatan pendapatan kelompok, jumlah anggota aktif, volume sampah yang terkelola, serta jumlah pohon yang ditanam. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui survei kepuasan masyarakat.

Salah satu kekuatan utama program ini terletak pada peran Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai pelaku utama kegiatan. Perusahaan menempatkan KWT bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai aktor utama yang menggerakkan program di lapangan.

Berbagai pelatihan diberikan untuk meningkatkan kapasitas anggota, mulai dari urban farming, hidroponik, pengolahan sampah organik, pengelolaan bank sampah, hingga kewirausahaan.

“KWT dalam hal ini menjadi aktor utama, bukan sekadar penerima manfaat, tetapi pelaku utama,” ujar Kholisul.

Pendekatan ini menciptakan dampak ganda, yaitu peningkatan kapasitas ekonomi perempuan sekaligus perbaikan kualitas lingkungan. Program ini juga mendorong terciptanya kemandirian komunitas dalam jangka panjang.

BACA JUGA:   Dari Rumah Modular hingga Jembatan Desa: Program CSR Krakatau Steel Jangkau Desa dan Pesantren

“Hasilnya terlihat dari peningkatan pendapatan anggota KWT yang sebelumnya berada di bawah Rp1 juta per bulan menjadi hingga Rp5 juta per bulan. Ini menunjukkan bahwa program CSR tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata,” tandas dia.

Proklim: Integrasi Lingkungan dan Ketahanan Komunitas

Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, perusahaan juga mengembangkan program pembinaan Kampung Iklim (Proklim) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan.

Program ini mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, hingga kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim. Perusahaan berperan sebagai pembina dengan memberikan edukasi, pendampingan, serta dukungan fasilitas.

Sejak 2021 hingga 2025, lebih dari 14 wilayah telah dibina, dengan 13 di antaranya berhasil meraih penghargaan Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Program ini memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim melalui penghijauan, pengelolaan sampah, dan adaptasi lingkungan,” Kholisul menjelaskan.

Salah satu bentuk implementasi nyata adalah pemasangan panel surya di fasilitas pengelolaan sampah. Inisiatif ini membantu masyarakat mengurangi biaya listrik sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Program CSR yang Komprehensif dan Dampak Nyata

Keberhasilan program tidak lepas dari sistem monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara rutin. Perusahaan melakukan pencatatan progres, dokumentasi kegiatan, serta survei kepuasan masyarakat setiap tahun.

Pendekatan berbasis data ini memastikan bahwa program terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Sehingga hasilnya terlihat. Tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan tren positif dengan skor mencapai 3,67 dari skala 4. Selain itu, program juga menghasilkan dampak nyata berupa peningkatan ruang hijau, pengurangan sampah organik, serta hubungan yang semakin harmonis antara perusahaan dan Masyarakat,” jelasnya.

Bagi perusahaan, hal ini berkontribusi pada penguatan social license to operate, yang menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional di kawasan perkotaan.

BACA JUGA:   Gelar Pasar Murah di Gresik, SIG Sediakan 2.500 Paket Sembako Murah untuk Masyarakat

Sedangkan bicara program, selain program KWT dan Kampung Iklim, perusahaan juga menjalankan berbagai inisiatif CSR lainnya yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dalam bidang ekonomi, perusahaan mengembangkan program UMKM perempuan melalui pendekatan inkubasi usaha yang mencakup proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Perusahaan juga menyediakan gerai UMKM sebagai sarana pemasaran produk.

Di bidang kesehatan, perusahaan aktif mendukung kegiatan posyandu melalui pemberian makanan tambahan bagi balita, edukasi gizi bagi orang tua, serta pelatihan kader kesehatan. Program ini bertujuan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Perusahaan juga menjalankan program pembinaan lansia dengan pendekatan yang mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Dalam aspek lingkungan, perusahaan menunjukkan komitmen melalui berbagai inisiatif penghijauan. Sejak tahun 2020, sekitar 180.000 pohon mangrove telah ditanam di wilayah pesisir dan bantaran sungai.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan praktik ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah industri. Material seperti fly ash dan bottom ash (FABA) dimanfaatkan sebagai bahan baku paving block, sementara biomassa digunakan sebagai substitusi energi batu bara.

“Langkah ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya,” ucap dia.

Pengakuan

Berbagai upaya yang dilakukan perusahaan mendapatkan pengakuan melalui sejumlah penghargaan. Selain meraih PROPER Hijau, Indah Kiat Tangerang Mill juga memperoleh TOP CSR Awards Bintang 4 di tahun 2025 lalu, serta berbagai penghargaan lain di bidang lingkungan, keselamatan kerja, dan tata kelola perusahaan.

Penghargaan ini menjadi indikator bahwa strategi CSR yang dijalankan telah memenuhi standar keberlanjutan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat program CSR berbasis komunitas dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis data, sehingga mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan lingkungan serta sosial.

Tags: PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang MillTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Tata Infrastruktur Kendari Jelang UCLG ASPAC 2026, Siapkan Sistem Pengendalian Banjir Terpadu

Next Post

BEI Suspensi BOBA untuk Cooling Down

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR