TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Saham Perbankan dan Energi di Awal Perdagangan

Agus Haryanto
29 April 2026 | 09:32
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada perdagangan Rabu pagi, naik 24,22 poin atau 0,34 persen ke level 7.096,61. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif investor sejak awal sesi, seiring dengan pergerakan bursa global yang relatif kondusif serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Sejalan dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mencatatkan penguatan sebesar 2,56 poin atau 0,38 persen ke posisi 684,88. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas saham dengan likuiditas tinggi turut menopang kenaikan indeks utama.

Pada saat pembukaan perdagangan, aktivitas pasar terpantau cukup aktif. Frekuensi transaksi tercatat mencapai sekitar 120 ribu kali transaksi, dengan nilai transaksi harian menyentuh kisaran Rp850 miliar. Sementara itu, volume perdagangan mencapai sekitar 1,8 miliar lembar saham yang berpindah tangan di pasar reguler. Likuiditas ini mencerminkan minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar sejak sesi awal.

Dari sisi pergerakan saham penggerak indeks, sejumlah emiten berkapitalisasi besar menjadi penopang utama penguatan IHSG. Saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik sekitar Rp125 ke posisi Rp9.275 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat Rp50 ke level Rp5.575 per saham. Di sektor energi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) juga mencatat kenaikan sekitar Rp20 ke posisi Rp1.215 per saham.

Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut berkontribusi dengan kenaikan Rp30 ke level Rp3.980 per saham. Sementara di sektor konsumer, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penguatan tipis Rp40 ke posisi Rp3.560 per saham. Kenaikan saham-saham ini memberikan dorongan signifikan terhadap indeks karena bobot kapitalisasi pasar yang besar.

BACA JUGA:   IHSG Dibuka Menanjak ke Level 5.941

Namun demikian, terdapat pula beberapa saham yang mengalami tekanan dan menahan laju penguatan IHSG. Misalnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi Rp25 ke posisi Rp5.925 per saham, serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang turun Rp50 ke level Rp6.450 per saham.

Secara sektoral, penguatan IHSG didorong oleh sektor keuangan, infrastruktur, dan energi yang mencatatkan kenaikan moderat. Sementara sektor barang konsumsi dan industri dasar cenderung bergerak variatif dengan kecenderungan konsolidasi.

Analis melihat bahwa penguatan IHSG pada awal perdagangan ini didukung oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari global, stabilitas pasar saham Asia serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih akomodatif menjadi faktor pendorong. Sementara dari dalam negeri, stabilitas nilai tukar rupiah dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap solid memberikan keyakinan bagi investor.

Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati mengingat adanya potensi volatilitas menjelang rilis data ekonomi penting dan perkembangan geopolitik global. Oleh karena itu, pergerakan IHSG diperkirakan akan cenderung fluktuatif sepanjang sesi perdagangan, dengan peluang melanjutkan penguatan apabila didukung oleh akumulasi beli pada saham-saham unggulan.

Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 7.120 hingga 7.150, sementara level support berada di area 7.050. Jika mampu bertahan di atas level support, tren penguatan jangka pendek masih berpeluang berlanjut.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Ditopang Pengendalian Biaya, AALI Catatkan Laba Bersih Rp373 Miliar di Kuartal I

Next Post

Penjualan Mobil Bekas Jadi Penopang Kinerja Pendapatan Emiten Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR