TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penjualan Mobil Bekas Jadi Penopang Kinerja Pendapatan Emiten Ini

Nurdian Akhmad
29 April 2026 | 10:06
rubrik: Business Info
Penuhi Target Ekspansi, ASLC Segera Buka Dua Showroom Caroline.id

Jakarta, TopBusiness – Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (IDX: ASLC) mampu mencatatkan kinerja positif pada kuartal pertama 2026. Perusahaan yang mengelola bisnis lelang melalui JBA, penjualan mobil bekas lewat Caroline.id, serta lini pegadaian MotoGadai ini membukukan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar, tumbuh 27% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp222,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh lonjakan signifikan dari segmen penjualan mobil bekas. Unit bisnis Caroline.id menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp 234,4 miliar atau naik 51% YoY dibandingkan kuartal pertama 2025 sebesar Rp154,8 miliar. Tak hanya itu, lini bisnis ini juga mencatatkan laba operasi sebesar Rp 2,6 miliar, yang menjadi capaian pertama sejak dikembangkan.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, menilai capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa strategi perusahaan berada di jalur yang tepat.

“Peningkatan pendapatan yang signifikan ini semakin bermakna karena telah membuat Caroline.id membukukan laba operasi pertama. Ini menjadi petunjuk bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai visi sebagai omnichannel automotive marketplace terpercaya di Indonesia,” ujar Jany dalam keterangannya yang dikutip Rabu (29/4/2026).

Fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen di tengah tekanan ekonomi. Saat daya beli terhadap mobil baru melemah, masyarakat cenderung beralih ke mobil bekas yang lebih terjangkau, sehingga menjadi penopang pertumbuhan baru bagi ASLC.

Namun, tidak semua lini bisnis mencatatkan kinerja positif. Segmen lelang melalui JBA justru mengalami tekanan dengan pendapatan Rp50,1 miliar, turun dari Rp66,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan kendaraan bekas, imbas dari melemahnya penjualan mobil baru sepanjang 2025.

BACA JUGA:   Perkuat Ekosistem Mobil Bekas, ASLC Resmikan JBA Cabang Bandung

Selain itu, sikap lebih hati-hati dari lembaga pembiayaan dalam menyalurkan kredit turut mempersempit pasar lelang. Penurunan kredit kendaraan berdampak pada minimnya unit yang ditarik akibat gagal bayar, yang selama ini menjadi sumber pasokan lelang.

“Peningkatan kehati-hatian lembaga pembiayaan membuat jumlah kredit kepemilikan mobil menurun, sehingga semakin sedikit kendaraan yang masuk ke pasar lelang,” jelas Jany.

Meski demikian, ASLC optimistis tekanan ini bersifat sementara. Perseroan memperkirakan pasokan kendaraan bekas akan kembali meningkat pada paruh kedua 2026, termasuk dari kendaraan berbasis mesin konvensional maupun kendaraan listrik.

Sebagai langkah adaptasi, JBA juga mulai memperluas cakupan lelang ke barang non-otomotif seperti komputer, laptop, dan perangkat elektronik lainnya guna menjaga potensi pendapatan.

Di sisi lain, lini bisnis baru MotoGadai mulai memberikan kontribusi awal dengan pendapatan Rp527,6 juta pada kuartal pertama tahun ini. Meski masih kecil, bisnis ini dinilai memiliki prospek seiring meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Ke depan, ASLC akan terus memperkuat lini penjualan mobil bekas sebagai mesin pertumbuhan utama, sekaligus meningkatkan kualitas layanan di seluruh cabang Caroline.id.

“Kami menyadari sebagai model bisnis yang masih berkembang, masih banyak yang perlu ditingkatkan. Karena itu, kami akan terus memperkuat layanan agar kinerja semakin solid. Dengan fondasi yang ada, kami optimistis pertumbuhan pendapatan dua digit dapat dicapai sepanjang 2026,” tutup Jany.

Tags: PT Autopedia Sukses Lestari Tbk
Previous Post

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Saham Perbankan dan Energi di Awal Perdagangan

Next Post

GIS Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan Melalui Strategi Integrasi CSR dan Prinsip ESG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR