Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Rabu (29/4/2026) di zona hijau.
Hingga pukul 16.00 WIB, IHSG tercatat menguat 28,834 poin atau 0,41% ke level 7.101,226. Penguatan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 42,97 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,22 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 379 saham menguat, 282 saham melemah, dan 154 saham tidak berubah.
Kenaikan IHSG pada akhir sesi perdagangan didorong oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan energi yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di kisaran Rp9.800–Rp10.000 per saham dan menjadi salah satu penopang utama indeks, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di kisaran Rp5.600–Rp5.800 serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di kisaran Rp6.300–Rp6.500. Dari sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bergerak di kisaran Rp3.800–Rp4.000 dan turut memberikan kontribusi positif. Sementara itu, dari sektor energi, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang berada di kisaran Rp1.300–Rp1.400 juga membantu menopang penguatan indeks, bersama saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang bergerak di kisaran Rp70–Rp80.
Secara keseluruhan, dominasi saham yang menguat menunjukkan adanya minat beli yang masih terjaga, khususnya pada saham-saham unggulan yang likuid. Penguatan ini juga mencerminkan aksi akumulasi investor setelah sebelumnya IHSG mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Secara teknikal, kenaikan ke atas level psikologis 7.100 menjadi sinyal positif awal, meskipun pergerakan indeks masih cenderung berada dalam fase konsolidasi.
Pergerakan IHSG saat ini masih dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, stabilnya kinerja emiten besar serta ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi penopang utama. Sementara dari eksternal, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga global dan pergerakan bursa internasional yang dapat memengaruhi aliran dana asing.
Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan secara terbatas selama didukung oleh volume transaksi yang solid dan akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Namun, volatilitas tetap perlu diwaspadai karena pasar masih berada dalam fase penyesuaian, sehingga pergerakan indeks dalam jangka pendek diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan menguat.
Data AI
