TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Marak Kejahatan Finansial, BNI Berkomitmen untuk Lindungi Diaspora di Hong Kong

Busthomi
30 April 2026 | 15:09
rubrik: Ekonomi, Finance
Marak Kejahatan Finansial, BNI Berkomitmen untuk Lindungi Diaspora di Hong Kong

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai badan publik dengan predikat informatif terus menunjukkan komitmennya dalam keterbukaan informasi publik melalui edukasi dan sosialisasi yang konsisten.

Tidak hanya di dalam negeri, BNI juga memperluas pelaksanaan program edukasi dan sosialisasi tersebut ke tingkat global melalui Kantor Cabang Luar Negeri BNI, termasuk di Hong Kong.

Berkolaborasi dengan Komisi Informasi Pusat, BNI menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi keterbukaan informasi publik serta literasi keuangan di Galery BNI Hong Kong pada 26 April 2026, guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hak akses informasi sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas.

Kegiatan ini turut dihadiri Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi dan Komunikasi Publik KIP Samrotunnajah Ismail, Konsul Perdagangan KJRI Hong Kong Aldin Jauhari, dan General Manager BNI Hong Kong Farid Faraitody. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam video sambutannya.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Lahirnya UU No.14 Tahun 2008 yang diperingati setiap 30 April.

“Melalui kegiatan ini, BNI ingin memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya PMI di Hong Kong, terhadap pentingnya keterbukaan informasi publik sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan finansial,” kata Okki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4/2026).

Samrotunnajah menambahkan kepentingan informasi bagi Diaspora tak hanya meliputi layanan administrasi publik. Namun literasi keuangan dan investasi juga penting di tengah maraknya modus kejahatan finansial.

“Momentum edukasi seperti ini penting bagi Diaspora, bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan untuk membangun tata kelola yang baik, dan memberikan dampak nyata yang positif jika informasi tersebut dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.

BACA JUGA:   BNI Pastikan Layanan Keuangan Nasabah Tetap Aman dan Nyaman Sepanjang Libur Idul Adha

Dalam program edukasi tersebut, BNI menyoroti meningkatnya kejahatan finansial yang menyasar diaspora.

Modus penipuan kini semakin canggih, memanfaatkan teknologi digital dan kedekatan emosional untuk memperdaya korban, sehingga menimbulkan kerugian finansial maupun tekanan psikologis.

Salah satu modus yang marak adalah love scam, di mana pelaku membangun hubungan palsu melalui media sosial sebelum meminta uang dengan berbagai alasan. Selain itu, terdapat pula penipuan yang mengatasnamakan call center bank dengan dalih adanya masalah rekening.

BNI menegaskan bahwa bank tidak pernah meminta data rahasia seperti OTP, PIN, atau password, serta tidak meminta transfer dana melalui telepon.

Masyarakat juga diimbau berhati-hati terhadap praktik jual beli rekening (money mule) yang berisiko hukum berat, serta penyebaran hoaks terkait keuangan dan investasi.

Untuk itu, BNI mengingatkan masyarakat agar mengenali tanda bahaya seperti tawaran tidak masuk akal, desakan transaksi cepat, permintaan data pribadi, hingga penggunaan QR code yang tidak jelas.

Jika menemukan indikasi tersebut, masyarakat diminta segera menghentikan interaksi dan melakukan verifikasi.

Sebagai langkah perlindungan, BNI mendorong masyarakat untuk selalu berpikir tenang, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta berkonsultasi dengan pihak terpercaya sebelum mengambil keputusan finansial.

“Jika terjadi penipuan, nasabah diimbau segera menghubungi bank dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang,” tegas Okki.

Melalui sinergi keterbukaan informasi publik dan literasi keuangan, BNI optimistis dapat memperkuat perlindungan masyarakat dari kejahatan finansial. Ke depan, BNI akan terus meningkatkan edukasi dan layanan informasi guna menciptakan ekosistem keuangan yang aman, transparan, dan terpercaya.

Tags: Bank BNIBNI Hong Kongkejahatan finansial
Previous Post

Kelola CSR Secara Efektif, Terstruktur, dan Berkelanjutan, Permata Hijau Indonesia Sukses Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Next Post

PLN KREASI Dorong Kompetensi Siswa SMK di Bidang Kendaraan Listrik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR