Jakarta, TopBusiness — PT ESSA Industries Indonesia Tbk (IDX: ESSA), perusahaan tercatat yang bergerak di sektor Energi dan Kimia melalui kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan pabrik amoniak, mengawali Tahun 2026 dengan kinerja yang kuat, didukung kondisi pasar yang solid serta performa operasional yang tangguh.
Pendapatan Perseroan meningkat 37% secara tahunan (YoY) dari US$ 70 juta menjadi US$ 95 juta hinggah akhir Maret 2026. Dengan EBITDA melonjak 82% dari US$ 25 juta menjadi US$ 46 juta. Sementara laba kotor meningkat berlipat ganda dan laba bersih melonjak 131% yoy, dari US$ 8 juta menjadi US$ 19 juta.
Pencapaian ini terutama didorong oleh kenaikan harga amoniak serta peningkatan volume pengiriman amoniak dan peningkatan produksi.
Hal ini menegaskan filosofi ESSA dalam memprioritaskan keandalan aset dan efisiensi operasional guna memperkuat serta mengoptimalkan posisi kompetitif Perseroan dalam rantai pasok global.
Harga amoniak dan LPG yang telah menunjukkan tren peningkatan sejak kuartal terakhir 2025, semakin menguat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Kawasan Timur Tengah. Harga amoniak naik 34% secara tahunan (YoY) menjadi USD 455/MT. Sementara itu, harga LPG turun 14% YoY, namun meningkat 11% secara kuartalan (QoQ) pada Kuartal I 2026 menjadi USD 537/MT.
Disiplin Operasional dan Pemeliharaan
Di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik, ESSA terus mengarahkan pertumbuhannya dengan memanfaatkan kapabilitas operasional yang kuat serta tingkat keandalan pabrik yang tinggi.
Produksi amoniak meningkat 16% secara tahunan (YoY) karena gangguan pasokan gas hulu yang telah sepenuhnya teratasi pada akhir Kuartal II 2025, sehingga meningkatkan utilisasi pabrik sebesar 121% pada Kuartal I 2026 dibandingkan 104% pada Kuartal I 2025.
Kanishk Laroya – Presiden Direktur & CEO ESSA mengatakan, selama kuartal I, pihaknya dapat memaksimalkan produksi untuk menangkap momentum positif pasar.
“Hal ini mencerminkan bagaimana kami mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan pabrik guna memastikan tingkat utilisasi yang tinggi tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan pabrik,” jelas dia dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).
Pada bulan Mei tahun ini, kata dia, pabrik amoniak ESSA akan menjalani Plant Turnaround terjadwal selama 35–40 hari.
“Kegiatan ini merupakan bagian penting dari siklus pemeliharaan ESSA untuk memastikan keselamatan, keandalan, dan efisiensi aset dalam jangka panjang, setelah turnaround komprehensif terakhir yang dilaksanakan pada tahun 2021,” tutup dia.
