Jakarta, TopBusiness – PT Chitose Internasional Tbk (IDX: CINT) menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2026 dengan membidik penjualan sekitar Rp 560 miliar atau naik 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga menargetkan laba bersih meningkat 5% menjadi sekitar Rp35 miliar.
Target tersebut ditopang oleh kinerja positif pada kuartal I-2026. Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp114 miliar, tumbuh 6% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp107 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih mencapai Rp1,98 miliar atau naik 21% YoY dari Rp1,6 miliar.
Direktur CINT, R. Nurwulan Kusumawati, mengatakan capaian awal tahun ini mencerminkan efektivitas strategi yang telah dijalankan perseroan. “Kinerja Perseroan pada kuartal I 2026 mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi berkelanjutan serta komitmen untuk memberikan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nurwulan dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Untuk mencapai target sepanjang tahun, perseroan akan fokus pada penguatan bisnis inti, khususnya pada segmen produk pendidikan dan perkantoran, serta menjaga loyalitas pelanggan. Selain itu, CINT juga mendorong diversifikasi usaha dengan mengembangkan segmen baru, terutama di sektor kesehatan (healthcare).
Sejalan dengan strategi tersebut, perseroan melakukan revitalisasi teknologi produksi guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi. CINT mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp15 miliar untuk mendukung pengembangan produk, peningkatan produktivitas, serta efektivitas proses manufaktur.
Di sisi produk, perseroan mengembangkan inovasi melalui lini C-Pro Airmate yang diproduksi dengan material ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Produk ini mencakup berbagai kebutuhan seperti matras rumah sakit, kasur bayi, hingga bantal ergonomis, dengan keunggulan mudah dibersihkan serta mendukung higienitas.
Manajemen menilai diversifikasi produk dan ekspansi ke segmen kesehatan akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ke depan. Perseroan optimistis strategi tersebut mampu memperkuat posisi di industri furnitur sekaligus membuka peluang pasar baru.
Dengan strategi tersebut, CINT berharap dapat menjaga tren pertumbuhan dan merealisasikan target kinerja yang telah ditetapkan sepanjang 2026.
