Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Senin (4/5/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (30 April): Dow +1,04%, S&P 500 +0,98%, dan Nasdaq +0,93%. Dow turun lebih dari 250 poin, menandai kerugian kelima berturut-turut, karena kenaikan harga minyak dan suku bunga Fed yang stabil membebani sentimen sementara investor menunggu pendapatan perusahaan teknologi penting. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 0,58% menjadi 4,371%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,59% menjadi 98,06.
Pasar komoditas juga ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (30 April): Minyak mentah WTI naik 5,14% menjadi USD 105,07/bbl, minyak mentah Brent naik 2,47% menjadi USD 114,01/bbl, batu bara naik 2,10% menjadi USD 134,00/ton, CPO naik 0,07% menjadi MYR 4.570/ton, dan emas naik 0,46% menjadi USD 4.618/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (30 April): Hang Seng naik 0,38%, Nikkei turun 1,27%, dan Shanghai naik 0,82%.
JCI turun 2,03% menjadi 6.956,80, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 1.486,3 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 1.652,3 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 166,0 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBCA (Rp 690,9 miliar), BBRI (Rp 598,2 miliar), dan BMRI (Rp 191,8 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di ADRO (Rp 107,8 miliar), BRPT (Rp 78,1 miliar), dan BBNI (Rp 57,2 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah SMMA, BUMI, dan ADRO, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan tertinggal adalah BBRI, BBCA, dan BREN.
Pagi ini, baik KOSPI (+2,53%) maupun Nikkei (+0,38%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan bergerak naik, didukung oleh sentimen positif dari pasar regional,” demikian hasil riset.
