Bandung, TopBusiness – Belasan profesional dari BUMN dan anak usaha BUMN terkemuka di Indonesia mengikuti Pelatihan Pengukuran Kematangan Tata Kelola Berbasis ISO 37000 & ISO 37004 yang diselenggarakan MSI Institute pada 4–5 Mei 2026 di Mercure City Center, Bandung.
Pengukuran kematangan kini menjadi kunci dalam tata kelola modern, terutama dalam mendorong organisasi bertransformasi dari pendekatan berbasis kepatuhan menuju penciptaan nilai (value creation).
Pelatihan ini diikuti 12 peserta yang berasal dari berbagai BUMN dan anak usaha BUMN, antara lain PT Brantas Abipraya (Persero), PT Semen Gresik, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Perum LPPNPI, serta PT Pelindojasa Maritim.
Para peserta ini dari berbagai level posisi, mulai dari staf GCG, Risk Management Officer, hingga posisi strategis seperti ESG Strategy & Portfolio Management Senior Officer, ESG Operations & Communication Senior Officer, Sekretaris Perusahaan, Assistant Vice President Tata Kelola Organisasi, hingga Vice President Operation Risk Management.
Pelatihan ini menghadirkan ahli tata kelola perusahaan terkemuka di Indonesa yang diakui secara nasional maupun internasional, yakni DR. Mas Achmad Daniri, M.Ec., CGOP, CGRCOP dan professional di bidang GRC dan ESG, As’ad Nugroho, S.E., M.M., CGOP, CGRCOP.
Pelatihan ini disampaikan melalui metode presentasi, diskusi, studi kasus, dan evaluasi, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikan langsung dalam konteks organisasi masing-masing.
Materi Komprehensif dan Berbasis Praktik
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini dirancang komprehensif dan aplikatif. Selama dua hari pelatihan, peserta diajak memahami paradigma baru tata kelola, yakni pergeseran dari kepatuhan menuju tata kelola yang bernilai (value creation), termasuk memahami evolusi GCG serta konteks lahirnya ISO 37000 dan ISO 37004.
Selanjutnya, peserta mendalami prinsip-prinsip inti tata kelola berbasis ISO 37000 melalui deep dive terhadap 11 prinsip utama, seperti value generation, strategy, dan purpose, yang kemudian diterjemahkan ke dalam praktik operasional melalui studi kasus.

Pada aspek teknis, pelatihan membahas framework pengukuran kematangan menurut ISO 37004, termasuk pemahaman sistem governance monitoring, konsep outcome areas, serta penyusunan indikator kinerja. Peserta juga mengikuti workshop penyusunan matriks dan indikator kustom, dengan penyesuaian terhadap konteks, kompleksitas, dan tujuan organisasi, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Metodologi asesmen menjadi salah satu fokus utama, mencakup teknik pengumpulan bukti (evidence gathering), wawancara, hingga metode scoring untuk menentukan tingkat kematangan (maturity level). Pemahaman ini diperkuat melalui simulasi asesmen berbasis studi kasus nyata, termasuk latihan penyusunan laporan hasil asesmen yang efektif.
Tidak hanya itu, peserta juga dibekali kemampuan melakukan analisis kesenjangan (gap analysis) guna mengidentifikasi akar masalah, sekaligus menyusun prioritas dan rencana aksi peningkatan kematangan yang realistis.
Materi terakhir, menekankan pentingnya komunikasi hasil kepada dewan dan manajemen puncak, serta penyusunan roadmap pengembangan tata kelola jangka panjang.
MSI Institute merupakan lembaga konsultasi, pelatihan, dan sertifikasi di bawah PT LPK MSI Indonesia. Insitusi ini rutin menggelar pelatihan-pelatihan terkait CSR, GRC (Governance, Risk Management dan Compliance Management), GCG, Cyber Security, dan Pelatihan Public Speaking yang diikuti kalangan pofesional baik dari perusahaan swasta maupun BUMN dan BUMD.
