Jakarta, TopBusiness—Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 mencatat surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan surplus pada Februari 2026 sebesar 1,27 miliar dolar AS.
“Bank Indonesia memandang kenaikan surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi (4/5/2026).
Surplus neraca perdagangan yang lebih tinggi terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat. Neraca perdagangan nonmigas pada Maret 2026 mencatat surplus sebesar 5,21 miliar dolar AS, seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 21,25 miliar dolar AS.
Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata serta bahan bakar mineral maupun ekspor produk manufaktur seperti besi dan baja.
Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.
“Defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi sebesar 1,89 miliar dolar AS pada Maret 2026 sejalan dengan peningkatan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan ekspor migas,” kata Ramdan pula.
