Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 85,15 poin atau 1,22% ke level 7.057,10 pada akhir perdagangan Selasa (5/5/2026). Dengan kenaikan tersebut, IHSG bergerak dari posisi sebelumnya di kisaran 6.971,95 dan kembali menguat di atas level psikologis 7.000.
Total volume perdagangan saham mencapai 43,49 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,78 triliun, mencerminkan aktivitas pasar yang cukup aktif dan didominasi aksi beli.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk yang menguat ke kisaran Rp10.200 per saham, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang naik ke sekitar Rp5.650 per saham, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang menguat ke level Rp6.300 per saham. Selain itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk turut naik ke kisaran Rp3.850 per saham dan PT Amman Mineral Internasional Tbk menguat ke sekitar Rp8.000 per saham, sehingga memperkuat dorongan terhadap indeks.
Di sisi lain, tidak seluruh sektor mengalami penguatan, di mana sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,52%, diikuti sektor teknologi yang turun 0,71% dan sektor perindustrian yang melemah 0,62%, mencerminkan adanya tekanan jual pada saham-saham di sektor tersebut.
Kenaikan IHSG ke level 7.057,10 mencerminkan sentimen positif pasar yang didorong oleh akumulasi pada saham-saham big caps, khususnya sektor perbankan yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
Nilai transaksi yang mencapai Rp16,78 triliun menunjukkan bahwa penguatan ini cukup solid dengan dukungan likuiditas yang kuat, bukan sekadar kenaikan teknikal. Meski demikian, pelemahan di beberapa sektor menunjukkan adanya rotasi dana investor ke saham-saham yang lebih defensif dan likuid. Selama IHSG mampu bertahan di atas level 7.000, peluang penguatan lanjutan masih terbuka dengan target jangka pendek di kisaran 7.100–7.150, sementara level 6.950–6.970 berpotensi menjadi area penopang jika terjadi koreksi.
Data AI
