TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Ditopang oleh Konsumsi Pemerintah yang Meningkat

Busthomi
6 May 2026 | 12:33
rubrik: Ekonomi
FOTO – Kualitas Udara di Jakarta Membaik

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi dengan berjalannya aktivitas perekonomian di DKI Jakarta. Foto: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 5,39% (yoy).

Ke depan, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2026 diprakirakan tetap kuat dalam kisaran 4,9-5,7% (yoy). Hal ini didukung oleh permintaan domestik sejalan dengan kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (6/5/2026).

Lebih lanjut BI mengurai, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik.

Untuk konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,52% (yoy) didorong oleh aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat yang meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H serta paket stimulus Pemerintah untuk mendorong konsumsi.

“Konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi 21,81% (yoy) didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai melalui gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) dan belanja program prioritas Pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata dia.

Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 6,28% (yoy) didorong oleh peningkatan aktivitas organisasi kemasyarakatan.

Investasi tumbuh sebesar 5,96% (yoy) terutama didorong oleh pertumbuhan subkomponen kendaraan serta mesin dan perlengkapan.

Ekspor tumbuh sebesar 0,90% (yoy) sejalan dengan tetap baiknya permintaan beberapa mitra dagang utama dan peningkatan aktivitas pariwisata, termasuk wisatawan mancanegara.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), sebagian besar LU pada triwulan I 2026 tumbuh positif. LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, serta LU Pertanian sebagai kontributor utama pertumbuhan tumbuh baik seiring dengan peningkatan permintaan domestik dan permintaan eksternal yang tetap positif.

BACA JUGA:   Ekspor Makanan-Minuman Naik 52%

Selain itu, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum serta LU Transportasi dan Pergudangan mencatat pertumbuhan yang tinggi seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Idulfitri 1447 H dan aktivitas pariwisata, baik perjalanan wisatawan nusantara maupun kunjungan wisatawan mancanegara. 

Dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Sulawesi, Jawa, Sumatera, Maluku dan Papua (Mapua), serta Kalimantan.

Tags: konsumsi pemerintahpertumbuhan ekonomipertumbuhan triwulan
Previous Post

Berikut, UI/UX di Era AI Trading Saham

Next Post

Menkop Dorong Merek Kolektif Jadi Jaminan Kredit Perbankan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR