Jakarta, TopBusiness – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) akan memfokuskan pengembangan bisnis pada penguatan ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah dengan mengedepankan inovasi digital, setelah membukukan lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, transformasi digital menjadi strategi utama perseroan untuk memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat posisi perseroan di sektor pembiayaan perumahan nasional.
“Kami bertekad menjadi bagian dari bank syariah modern dan digital-minded. Seluruh layanan akan disambungkan secara digital untuk mempermudah akses masyarakat kapan saja dan di mana saja,” ujar Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, Bank BSN akan memperkuat ekosistem pembiayaan rumah berbasis syariah melalui integrasi layanan digital yang lebih luas, mulai dari proses pembiayaan, transaksi, hingga pelayanan nasabah secara end-to-end.
Selain memperkuat layanan digital, Bank BSN juga menargetkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat. Perseroan menilai potensi pasar pembiayaan syariah nasional masih sangat besar dan belum tergarap optimal.
Karena itu, Bank BSN ingin mengisi ruang kosong dalam ekosistem syariah nasional melalui layanan yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat.
Hingga akhir 2025, Bank BSN telah memiliki 37 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, tiga outlet prioritas, dan 546 kantor layanan syariah di seluruh Indonesia.
Jaringan layanan tersebut juga diperkuat dengan integrasi penuh jaringan ATM bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai induk usaha.
Strategi tersebut dijalankan seiring pertumbuhan bisnis perseroan yang melonjak signifikan pasca aksi korporasi pemisahan unit usaha syariah (spin off) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada Desember 2025.
Melalui proses tersebut, Bank BSN menerima pengalihan aset dan liabilitas dari Bank Victoria Syariah serta Unit Usaha Syariah (UUS) BTN.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih Bank BSN sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp83,64 miliar atau melonjak 313,85 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp20,21 miliar.
Tak hanya laba, total aset Bank BSN juga melesat menjadi Rp73,07 triliun per akhir 2025, meningkat 2.104,5 persen dibanding posisi tahun 2024 sebesar Rp3,31 triliun.
Capaian tersebut sekaligus menempatkan Bank BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BSN tercatat mencapai Rp58,73 triliun atau tumbuh 4.206,5 persen dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp 1,36 triliun.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan meningkat menjadi Rp54,87 triliun pada 2025 atau melonjak 4.083,8 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,31 triliun.
Perseroan juga mencatat peningkatan signifikan pada pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib yang mencapai Rp2,73 triliun, naik 1.112,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp224,8 miliar.
Alex menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan BTN sebagai induk usaha sekaligus penguatan fundamental bisnis syariah yang dilakukan secara bertahap.
“Pencapaian ini adalah anugerah dan bukti kepercayaan stakeholder. Dukungan BTN sebagai induk menjadi motor bagi Bank BSN untuk memberikan performa terbaik,” katanya.
