Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat pagi dibuka menguat seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap sentimen global dan domestik. IHSG naik 8,64 poin atau 0,12 persen ke posisi 7.182,96.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga bergerak positif dengan kenaikan tipis 0,01 poin ke level 693,80.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau cukup aktif. Hingga beberapa menit setelah pembukaan, volume perdagangan mencapai sekitar 3,4 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 188.995 kali dan nilai transaksi menembus Rp1,1 triliun.
Penguatan IHSG pada sesi pembukaan didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan kesehatan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat menguat ke posisi Rp4.780 per saham, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik ke level Rp9.950 per saham. Dari sektor kesehatan, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turut menguat ke posisi Rp1.610 per saham.
Di jajaran saham dengan kenaikan tertinggi, saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) melonjak 22,14 persen ke level Rp342 per saham. Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) juga naik 18 persen menjadi Rp7.375 per saham, sementara PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menguat 17,28 persen ke posisi Rp190 per saham.
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham lapis kecil. Saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) melemah 12,26 persen ke posisi Rp680 per saham. Selanjutnya, saham PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) turun 10,33 persen menjadi Rp434 per saham, dan PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) terkoreksi 9,66 persen ke level Rp131 per saham.
Meski dibuka di zona hijau, pergerakan IHSG masih cenderung fluktuatif akibat aksi ambil untung yang dilakukan sebagian investor setelah reli pasar dalam beberapa hari terakhir. Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan pergerakan harga komoditas dunia.
Analis menilai penguatan IHSG saat pembukaan menunjukkan sentimen pasar yang mulai membaik. Stabilitas nilai tukar rupiah serta masuknya aliran dana asing ke saham-saham unggulan menjadi faktor utama yang menopang pergerakan indeks.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas area support 7.100. Adapun level resistance terdekat diperkirakan berada pada kisaran 7.200 hingga 7.250. Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, terutama pada emiten yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi.
Data AI
