Jakarta, TopBusiness—Uang Primer (M0) Adjusted pada April 2026 tumbuh 14,3% (yoy/year on year). Hal ini melanjutkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 16,8% (yoy).
“Sehingga uang primer di April 2026 sehingga tercatat sebesar Rp2.232,2 triliun,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi untuk wartawan, kemarin sore.
Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 21,6% (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,6% (yoy).
“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” kata Ramdan.
Adapun Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.
Mulai Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
