TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Melemah, Saham Perbankan masih Tertekan

Agus Haryanto
11 May 2026 | 09:23
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin pagi dibuka melemah 9,46 poin atau sekitar 0,14 persen ke posisi 6.959,94. Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 turun 2,48 poin atau 0,37 persen ke level 674,70.

Pelemahan IHSG pada awal perdagangan dipengaruhi aksi jual investor pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan komoditas. Pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menyusul sentimen global terkait arah suku bunga Amerika Serikat, pergerakan harga komoditas dunia, dan dinamika geopolitik internasional.

Pada sesi awal perdagangan, aktivitas transaksi terpantau cukup ramai. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai lebih dari 250 ribu kali transaksi dengan volume perdagangan sekitar 4,8 miliar lembar saham. Adapun nilai transaksi harian sementara mencapai sekitar Rp3,1 triliun.

Mayoritas sektor saham bergerak di zona merah dengan tekanan terbesar berasal dari sektor keuangan, energi, dan barang baku. Saham-saham perbankan besar menjadi pemberat utama laju indeks.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 50 poin atau 0,80 persen ke posisi Rp6.175 per saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 50 poin atau 1,51 persen menjadi Rp3.260 per saham. Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 120 poin atau 3,02 persen ke level Rp3.860 per saham, sedangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 10 poin atau 0,22 persen menjadi Rp4.630 per saham.

Selain sektor perbankan, saham berbasis komoditas juga mengalami tekanan seiring pelemahan harga batu bara dan minyak mentah global. Investor asing masih mencatatkan kecenderungan aksi jual bersih pada sejumlah saham unggulan sehingga menahan penguatan IHSG.

BACA JUGA:   Melantai di BEI, Saham OPMS Langsung Auto Reject

Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham sektor kesehatan, telekomunikasi, dan infrastruktur masih mampu bergerak stabil. Kondisi tersebut menunjukkan investor mulai melakukan rotasi investasi menuju saham defensif yang dinilai lebih tahan terhadap tekanan eksternal.

Analis pasar modal menilai pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih dibayangi volatilitas tinggi. Sentimen global diperkirakan tetap menjadi faktor dominan yang mempengaruhi arah pasar, terutama terkait ekspektasi suku bunga bank sentral AS dan arus modal asing di pasar negara berkembang.

Secara teknikal, IHSG saat ini berada di area support penting pada kisaran 6.900 hingga 6.950. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level support berikutnya. Namun apabila terjadi rebound dan aksi beli kembali meningkat, IHSG berpeluang menguat menuju area resistance di kisaran 7.000 hingga 7.050.

Pelaku pasar disarankan tetap selektif memilih saham dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan kinerja keuangan yang solid di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Perdagangan RI-Rusia Terus Tumbuh

Next Post

Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap, Pastikan Pekerjaan Berjalan Optimal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR