Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) telah sukses menyelesaikan proyek modernisasi irigasi ICB Package LMS-02: Utara Main Canal Upgrading Works For Rentang Irrigation Modernization Project. Kehadiran infrastruktur vital ini kini mulai dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat tani di Kabupaten Indramayu melalui peningkatan frekuensi masa tanam dan kepastian pasokan air.
Proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 582 Miliar ini berfokus pada rehabilitasi dan peningkatan kapasitas saluran induk (Utara Main Canal) sepanjang 30,16 km. Seluruh rangkaian pekerjaan konstruksi ini telah dinyatakan selesai sejak 29 April 2025 dan merupakan bagian dari program strategis Kementerian Pekerjaan Umum bersama Kementerian Pertanian dalam menciptakan sistem irigasi terpadu berbasis elektrik yang terintegrasi secara terpusat di Bendung Rentang.
Cakupan layanan proyek LMS-02 ini membentang di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Rancajawat, Tukdana, Widasari, Lohbener, dan Arahan. Dengan total luas lahan pertanian yang diairi mencapai 16.308 hektare, infrastruktur ini menjadi pilar penting dalam menjaga ketersediaan air di jaringan distribusi utama.
Berbeda dengan sistem irigasi konvensional, proyek LMS-02 menerapkan sistem modernisasi melalui penggunaan pintu air elektrik serta integrasi teknologi telemetri. Pekerjaan konstruksi mencakup pembangunan 20 unit bangunan offtake, 9 unit diversion offtake, 14 unit rumah generator (generator house), dan 17 unit telemetri.
Dampak positif setelah satu tahun difungsikan menunjukkan hasil yang signifikan. Frekuensi masa tanam petani di wilayah tersebut meningkat dari yang sebelumnya hanya 1 kali menjadi 2 kali masa tanam dalam setahun. Selain itu, sistem bangunan yang kokoh berhasil menekan tingkat kehilangan air (water losses) secara drastis, di mana debit air dapat tertahan secara optimal bahkan pada masa pengeringan.
Modernisasi ini tidak hanya fokus pada saluran air, tetapi juga pada pembangunan jalan inspeksi yang kini sangat mendukung mobilitas petani, terutama saat masa panen raya. Hal ini secara langsung berkontribusi pada penurunan biaya logistik dan peningkatan ekonomi masyarakat serta nilai lahan di sekitar kawasan irigasi.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyampaikan bahwa penyelesaian LMS-02 memiliki peran krusial sebagai “pembawa air utama” sebelum didistribusikan ke saluran sekunder.
“Jika LSS berfokus pada saluran sekunder dan pembuang, maka LMS-02 ini adalah jantungnya saluran induk yang membawa air utama untuk dibagi ke petak-petak sekunder hingga tersier. Kami berharap modernisasi sistem pintu elektrik ini memudahkan pengelolaan air sehingga produktivitas panen di Indramayu terus meningkat. Hutama Karya terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional melalui infrastruktur yang berkualitas,” tutup Hamdani dalam siaran pers.
