Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan Rabu (13/5/2026). IHSG tercatat merosot 1,98% atau terpangkas 135,57 poin ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan IHSG berada di zona merah seiring meningkatnya tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Sentimen eksternal dan aksi profit taking investor turut membebani laju indeks hingga akhir perdagangan.
Aktivitas perdagangan saham di BEI berlangsung cukup ramai. Total volume perdagangan tercatat mencapai 38,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp19,33 triliun. Sementara frekuensi perdagangan harian tercatat mencapai sekitar 1,56 juta kali transaksi.
Mayoritas saham ditutup melemah. Tercatat ratusan saham berada di zona merah, sementara sebagian lainnya menguat dan sisanya stagnan.
Sejumlah saham big caps menjadi penggerak utama pelemahan IHSG. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tercatat mengalami penurunan tajam, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang turut menekan indeks.
Di sisi lain, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan dan menahan penurunan IHSG lebih dalam. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi salah satu penopang pergerakan indeks di tengah tekanan pasar.
Secara sektoral, pelemahan terbesar terjadi pada sektor barang baku, teknologi, dan infrastruktur. Investor cenderung melakukan aksi jual pada saham-saham siklikal dan emiten berbasis komoditas.
Dengan penurunan tersebut, pelaku pasar kini mencermati arah pergerakan pasar global, nilai tukar rupiah, serta potensi arus dana asing yang diperkirakan masih akan memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Data AI
