TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Business Networking Kemendag Pertemukan UMKM Unggulan dengan Tujuh Buyer Asing

Agus Haryanto
19 May 2026 | 15:07
rubrik: Business Info
Business Networking Kemendag Pertemukan UMKM Unggulan dengan Tujuh Buyer Asing

foto: kemendag.go.id

Jakarta, TopBusiness – Kegiatan jejaring bisnis (business networking) bulanan yang digelar Kementerian Perdagangan RI kembali mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli (buyer) dari tujuh negara.

Pertemuan tersebut menghadirkan tiga eksportir anggota InaExport serta perwakilan kedutaan besar dan lembaga promosi perdagangan dari Vietnam, Afrika Selatan, Timor Leste, Peru, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Kanada. Business networking digelar di Ruang Permanent Trade Exhibition Kemendag, Jakarta pada Rabu (13/5).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan, melalui business networking, Kemendag terus berupaya memperkuat ekosistem ekspor nasional. Kegiatan ini membangun konektivitas yang lebih erat antara pelaku usaha Indonesia dan mitra dagang internasional secara langsung dan berkelanjutan.

“Business networking kali ini menghadirkan tiga UMKM dalam negeri serta perwakilan diplomatik dan lembaga promosi perdagangan internasional sebagai cara menjaring buyer asing. Upaya ini membuka peluang memperkenalkan produk berkualitas Indonesia serta mejajaki daya saing dan potensi pasarnya di luar negeri,” ujar Puntodewi, di site kemendag.go.id.

Salah satu pelaku usaha yang mempresentasikan unggulannya adalah Java Halu Coffee. Eksportir ini memperkenalkan diri sebagai prosesor (pengolah) pascapanen kopi yang berpegang teguh pada standar kopi specialty. Eksportir selanjutnya, Onuka Chocolate, mempromosikan produk cokelat berbahan kakao murni tanpa tambahan bahan buatan. Produk-produknya menawarkan cita rasa autentik dan kaya manfaat. Kemudian, PT Visio Eco Planter menampilkan produk wadah hortikultura berstandar ekspor yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca ekstrem.

“Setiap eksportir mendapat kesempatan untuk memaparkan keunggulan produk sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang dan potensi pasar di negara-negara mitra,” ujar Puntodewi menanggapi berlangsungnya forum.

Perwakilan Java Halu Coffee, Rani Mayasari, mengapresiasi fasilitasi Kemendag melalui business networking tersebut. Menurutnya, ajang ini membuka peluang nyata bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kopi Indonesia ke pasar yang sebelumnya belum terjangkau.

BACA JUGA:   Bangkit dari Status “Sakit” hingga Cetak Laba, Perumdam Minahasa Utara Kandidat Peraih TOP BUMD Awards 2026

“Fasilitasi ini sangat efektif dan efisien. Jika pelaku usaha harus penetrasi dan riset pasar secara mandiri ke berbagai negara, tentu akan membutuhkan biaya yang besar. Kegiatan seperti ini menjadi peluang yang sangat dibutuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan calon pembeli baru,” ujar Rani.

Sementara itu, perwakilan Onuka Chocolate, Wiwi Paimun, menilai kegiatan business networking sangat membantu pelaku UMKM dalam membuka akses ke pasar internasional. Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus diperluas dan dilaksanakan lebih rutin agar semakin berdampak signifikan bagi pengembangan ekspor nasional.

“Business networking ini sangat membantu kami, UMKM di Indonesia, yang ingin mengulik akses ke luar negeri. Saya berharap, kegiatan ini bisa lebih sering diadakan tidak hanya sebagai agenda bulanan, tetapi sebagai agenda mingguan,” ujar Wiwi.

Terkait upaya memaksimalkan ekspor, Puntodewi mengajak lebih banyak UMKM untuk memanfaatkan layanan InaExport. Platform tersebut menjadi salah satu instrumen utama promosi digital yang menghubungkan eksportir Indonesia dengan pembeli internasional dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

“Platform InaExport merupakan salah satu instrumen utama kami dalam menghubungkan eksportir Indonesia dengan pasar internasional. Eksportir dapat meningkatkan visibilitas produk sekaligus terhubung dengan calon pembeli dari berbagai belahan dunia,” tutur Puntodewi.

Menurut Puntodewi, platform InaExport menjadi sarana penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan visibilitas produk dan memperluas koneksi dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Previous Post

Buka 2-3 Showroom Baru, ASLC Siapkan Capex Rp 20 Miliar

Next Post

Menkop Apresiasi dan Tindak Lanjuti Masukan Masyarakat Soal Kondisi dan Lokasi KDKMP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR