Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 3.46%, tapi menariknya disertai dengan net buy asing ~306 Bn. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah MDKA, ADRO, MBMA, INCO dan DEWA.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas laju IHSG berpotensi short term teknikal rebound 6450, tapi untuk sell on high karena masih berpotensi lanjut koreksi.
“Dengan kondisi itu, diproyeksi level Support IHSG di kisaran 6200-6300 dan level Resist IHSG diproyeksi di rentang 6400-6450,” ujar dia, dalam risetnya, Rabu (20/5/2026).
Trading Idea hari ini: BMRI, MDKA, ADRO, ENRG, BBNI, dan BRMS
- BMRI Spec Buy dengan area beli di 4100-4130, cutloss di bawah 4090. Target dekat di 4170-4200.
- MDKA Spec Buy dengan area beli di 2460-2500, cutloss di bawah 2460. Target dekat di 2560-2620.
- ADRO Buy on Weakness dengan area beli di 2280-2330, cutloss di bawah 2250. Target dekat di 2350-2390.
- ENRG Spec Buy dengan area beli di 1465, cutloss di bawah 1420. Target dekat di 1500-1530.
- BBNI Spec Buy dengan area beli di 3800-3810, cutloss di bawah 3780. Target dekat di 3870-3920.
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 650-670, cutloss di bawah 650. Target dekat di 685-705.
Global Overnight Review
Wall Street Menurun, Lonjakan Yield Obligasi AS Picu Kepanikan Pasar. Indeks-indeks saham Wall Street kembali turun pada perdagangan Selasa (19/5), seiring lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan rally pasar saham global.
Indeks S&P 500 turun 0,67%, Nasdaq Composite terkoreksi 0,84%, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,65%.
Sementara itu, pelaku pasar juga mencermati pergantian kepemimpinan The Fed menjelang pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Jumat mendatang.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia sedikit melemah setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Minyak mentah WTI turun 0,82% (US$ 107,77/bbl) dan Brent melemah 0,73% (US$ 111,28/bbl).
Adapun untuk saham NVIDIA turun hampir 1% menjelang laporan keuangan kuartalan yang akan dirilis Rabu waktu AS. Saham Qualcomm anjlok hampir 4% dan Broadcom turun 2%.
Bursa Asia Bervariatif, Minyak Turun Usai Trump Tunda Serang Iran. Bursa saham Asia bervariasi pada perdagangan Selasa (19/5), sementara pasar obligasi mulai rebound setelah aksi jual tajam sebelumnya.
Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran dan menyatakan peluang tercapainya kesepakatan nuklir dengan Teheran cukup besar, sehingga mendorong harga minyak turun.
Trump pada Senin (18/5) mengatakan pihaknya menunda serangan terhadap Iran untuk memberi ruang negosiasi mengakhiri konflik di Timur Tengah, setelah Teheran mengirim proposal perdamaian baru ke Washington.
Trump juga menyebut terdapat “peluang sangat besar” bagi AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan yang mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.
Meski demikian, investor masih cenderung berhati-hati setelah pasar sebelumnya diguncang serangan drone di Uni Emirat Arab pada akhir pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,44%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,48%, CSI 300 China naik 0,40%, Taiex Taiwan melemah 1,75%, ASX 200 Australia melesat 1,17% dan Kospi Korea Selatan merosot 3,25%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
