TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penjelasan Wijaya Karya ke BEI tentang Langkah Membenahi Finansial

Achmad Adhito
20 May 2026 | 11:52
rubrik: Capital Market
Gas Bumi Harga Tertentu: Dampak Positif Rp127 Triliun ke Ekspor

Sumber Ilustrasi: Freepik

Jakarta, TopBusiness—PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait langkah-langkah strategis yang ditempuh perseroan dalam membenahi kondisi keuangan, menyusul sejumlah hal mengenai kinerja dan struktur neraca perusahaan pada triwulan I 2026.

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., Ngatemin, menyampaikan bahwa perseroan tengah melakukan serangkaian upaya perbaikan fundamental, mulai dari optimalisasi aset, pengelolaan likuiditas, hingga evaluasi investasi pada proyek-proyek ventura bersama.

Dalam keterbukaan informasi (20/5/2026), perseroan mengakui adanya tekanan likuiditas akibat tingginya porsi aset non-kas, khususnya dalam bentuk persediaan real estat dan proyek konstruksi yang masih dalam penyelesaian. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat fleksibilitas keuangan jangka pendek perusahaan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Wijaya Karya melakukan berbagai strategi optimalisasi aset, antara lain melalui perubahan fungsi unit properti menjadi ruang kerja bersama (co-working space), skema penjualan rent-to-own, serta pemanfaatan ruang komersial kosong untuk kegiatan komunitas guna meningkatkan daya tarik kawasan.

Selain itu, perseroan juga mengembangkan monetisasi aset melalui penyewaan jangka pendek guna menciptakan aliran pendapatan baru.

Dari sisi pencatatan keuangan, perseroan menjelaskan pengakuan Aset Bunga PSAK 72 (kini PSAK 115) sebesar Rp61,1 miliar per 31 Maret 2026 sebagai bagian dari penyesuaian nilai waktu uang (time value of money) dalam kontrak jangka panjang.

Pengakuan ini tidak berdampak langsung terhadap laba rugi maupun arus kas, namun meningkatkan nilai persediaan secara akuntansi.

Kemudian, Wijaya Karya juga menyoroti penurunan nilai investasi pada ventura bersama yang tercatat sebesar Rp7,62 triliun per akhir Maret 2026, turun dari Rp8,08 triliun pada akhir 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh pengembalian pinjaman, distribusi laba, serta kerugian yang dialami sejumlah proyek ventura bersama.

BACA JUGA:   Jaga Keamanan Berinvestasi, BNI Sekuritas Ajak Nasabah Terapkan Gaya Hidup Cyber-Secure

Sebagai langkah mitigasi, perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek tersebut, termasuk potensi pencadangan kerugian (impairment) dan pengetatan kriteria pemilihan mitra baru. Strategi ke depan juga difokuskan pada proyek dengan sumber pendanaan yang lebih terjamin, seperti yang berasal dari APBN maupun pinjaman (loan).

Di sisi lain, perseroan mencatat penurunan utang usaha menjadi Rp4 triliun per Maret 2026, yang terutama disebabkan oleh pembayaran kewajiban kepada pemasok dan subkontraktor. Perseroan menegaskan bahwa penurunan ini bukan akibat restrukturisasi, melainkan bagian dari komitmen menjaga hubungan bisnis dan kelancaran operasional.

Untuk menjaga arus kas tetap sehat, Wijaya Karya juga mempercepat eksekusi proyek guna menghasilkan cash flow positif secara konsisten, serta menerapkan tata kelola kas terpusat agar proses pembayaran lebih efisien dan transparan.

Sementara itu, beban akrual perseroan tercatat meningkat menjadi Rp5,20 triliun per Maret 2026, didorong oleh meningkatnya aktivitas proyek konstruksi. Namun, perseroan memastikan tidak terdapat kewajiban jatuh tempo yang masih tertahan dalam akun tersebut, dan seluruh pembayaran akan dilakukan setelah proses verifikasi administrasi selesai.

Ngatemin menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perseroan untuk memperkuat struktur keuangan dan meningkatkan kinerja operasional di tengah tantangan industri konstruksi dan tekanan ekonomi global.

“Perseroan berkomitmen menjaga keberlanjutan usaha melalui pengelolaan keuangan yang lebih prudent, optimalisasi aset, serta selektivitas dalam pengambilan proyek,” ujar Ngatemin dalam keterbukaan informasi tersebut. (AI)

Tags: kinerja wijaya karyawijaya karya
Previous Post

Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen pada 2027, Defisit APBN Dijaga Maksimal 2,4 Persen

Next Post

Prabowo Resmi Siapkan Skema Ekspor SDA Strategis Lewat BUMN Mulai Juni 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR