Tangerang, TopBusiness – Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) terus mendorong lahirnya talenta-talenta muda berbakat yang akan berkontribusi bagi kemajuan industri energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiatif Youth @ IPA Convex dengan menghadirkan program “Students Meet the IPA Boards” yang mengusung tema besar “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”.
Program ini menjadi wadah interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan para pemimpin industri hulu minyak dan gas bumi Indonesia. Melalui sesi tersebut, para mahasiswa akan memperoleh wawasan mengenai perjalanan profesional dan kepemimpinan para anggota Board IPA, cerita dalam menghadapi tantangan, hingga pengalaman yang membentuk mereka menjadi sosok seperti sekarang yang terlibat aktif di industri energi.
Mengusung tema “From Dreams to Leadership: Journey of IPA Boards”, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa untuk memahami potensi peran mereka dalam membentuk masa depan sektor energi Indonesia. Selain itu, program tersebut juga bertujuan membekali generasi muda dengan perspektif mengenai kepemimpinan dan ketangguhan dalam menghadapi dinamika global di sektor energi dan migas.
Mery Luciawaty, Direktur IPA yang juga Direktur Pengembangan dan Produksi di PT Pertamina Hulu Energi menyambut baik inisiatif generasi muda yang memiliki concern dalam industri energi.
program tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta karena mereka dapat mendengar langsung pengalaman para pelaku industri, bukan hanya dari teori di bangku pendidikan.
“Kalau saya rasa sih ini sesuai paling bagus ya. Karena mereka itu benar-benar mendengar langsung dari praktisi dan profesional,” kata Mery setelah mengisi sesi “Students Meet the IPA Boards” di IPA Convex 2026, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, interaksi langsung dengan para profesional membuat para mahasiswa maupun generasi muda dapat mengonfirmasi berbagai hal yang selama ini hanya mereka pelajari melalui buku maupun pemberitaan. Mery menilai pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk memahami gambaran dunia kerja di sektor energi secara nyata.
“Dari para profesional yang ada sebagai eksekutor itu mereka dengar langsung sehingga apa yang ada di textbook atau ada yang di berita yang mereka baca itu mereka bisa me-reconfirm,” ujarnya.
Ia berharap program-program serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas dengan melibatkan lebih banyak perusahaan di sektor energi agar para peserta memperoleh perspektif yang semakin beragam. “Ini rasanya lebih diperbanyak, supaya dari berbagai company bisa memberikan pandangan untuk jadi bahan masukan,” ujar Mery.
