Jakarta, TopBusiness — RSUD Muara Dua bersiap bertransformasi menjadi fasilitas layanan kesehatan yang lebih terintegrasi melalui pengembangan yang dilakukan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kesehatan Batch 3. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Selatan sekaligus mendukung transformasi sistem kesehatan nasional melalui pembangunan infrastruktur kesehatan yang modern, aman, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
RSUD Muara Dua dikembangkan di atas lahan seluas 30.320 m² berdasarkan ketentuan Keterangan Rencana Kota (KRK) dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 70% (persen), Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebesar 1,4, serta Koefisien Dasar Hijau (KDH) minimum 25% (persen). Bangunan dirancang setinggi dua lantai dengan batas ketinggian mencapai 10 meter. Dalam pengembangannya, luas bangunan direncanakan mencapai 16.493 m² atau sekitar 54% (persen) dari total kawasan, sementara area hijau tetap dipertahankan seluas 8.749 m² atau sekitar 29% (persen) guna mendukung konsep healing environment dan menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pasien selama proses pemulihan.
Perencanaan bangunan dilakukan melalui pendekatan konstruksi terintegrasi dengan mempertimbangkan efektivitas layanan medis, pengendalian infeksi, efisiensi sirkulasi, hingga kesiapan sistem evakuasi darurat. Penataan area dibagi ke dalam zona publik, semi publik, privat, dan servis guna memastikan pergerakan pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, serta distribusi logistik dapat berjalan lebih tertata tanpa saling bersinggungan. Area layanan kritikal seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), ruang operasi, dan Modular Operating Theater (MOT) ditempatkan pada posisi strategis untuk mendukung kecepatan penanganan pasien serta efektivitas operasional rumah sakit.
Pengembangan fasilitas mencakup poliklinik, radiologi, laboratorium, ruang operasi, cathlab, ICU, ruang rawat inap Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan VIP, hingga penataan area publik rumah sakit. Rumah sakit juga akan dilengkapi layanan spesialis dasar meliputi penyakit dalam, anak, bedah, serta kebidanan dan kandungan, termasuk layanan penunjang prioritas seperti radiologi, anestesi, patologi klinik, serta layanan jantung dan stroke guna memperkuat fungsi rumah sakit sebagai layanan rujukan regional.
Konsep desain mengedepankan human-centered design melalui pemanfaatan pencahayaan alami, pemilihan warna yang lebih teduh, serta penggunaan material yang mendukung higienitas dan kenyamanan ruang. Pendekatan healing environment diterapkan untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan tidak menegangkan sehingga pasien maupun keluarga pasien dapat merasa lebih nyaman selama proses pelayanan dan pemulihan berlangsung. Pada ruang tindakan seperti CTScan, cathlab, dan ruang operasi, digunakan lantai vinyl anti statis serta material khusus yang mendukung standar keselamatan dan kebersihan fasilitas kesehatan.
Selain itu, perencanaan ruang rawat inap turut mempertimbangkan efisiensi pelayanan medis dan kenyamanan pengguna melalui pengaturan tata ruang, sistem ventilasi, pemilihan material interior yang mudah dibersihkan, serta integrasi panel medis dan utilitas rumah sakit yang mendukung operasional layanan kesehatan secara optimal. Area nurse station juga dirancang menggunakan material solid surface dan stainless steel untuk meningkatkan higienitas sekaligus menjaga durabilitas fasilitas dalam jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk mendukung koordinasi pekerjaan arsitektur, struktur, dan utilitas secara lebih presisi melalui simulasi digital konstruksi. Selain itu, sistem Project Management Information System (PMIS) dimanfaatkan untuk memantau progres pekerjaan, pengendalian mutu, administrasi proyek, hingga monitoring pelaksanaan secara real time sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi.
Pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas layanan kesehatan sehingga pengaturan area kerja, mobilisasi material, dan koordinasi utilitas eksisting dilakukan secara terencana guna meminimalkan gangguan terhadap operasional rumah sakit. Tantangan pekerjaan meliputi koordinasi pembangunan pada area layanan aktif, integrasi utilitas rumah sakit, hingga pengendalian kualitas pekerjaan yang membutuhkan tingkat presisi tinggi sesuai standar fasilitas kesehatan.
Pelaksanaan proyek juga melibatkan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekitar sekaligus mendukung peningkatan kompetensi tenaga konstruksi daerah. Sistem sirkulasi bangunan turut dirancang memiliki jalur evakuasi alternatif melalui tangga darurat dan ramp guna meningkatkan aspek keselamatan bagi pasien maupun tenaga medis.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pengembangan RSUD Muara Dua merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan layanan kesehatan berkualitas melalui pembangunan infrastruktur kesehatan yang terintegrasi. “Pengembangan RSUD Muara Dua tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas layanan medis, tetapi juga menghadirkan infrastruktur kesehatan yang dirancang lebih aman, nyaman, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital konstruksi menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pembangunan berjalan optimal dan sesuai standar fasilitas kesehatan masa kini,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ke depan, pengembangan RSUD Muara Dua diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Sumatera Selatan sekaligus menjadi fasilitas layanan rujukan regional dengan dukungan infrastruktur yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
