Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Selasa pagi dibuka melemah 4,55 poin atau 0,07 persen ke level 6.201,80. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut turun 1,83 poin atau 0,29 persen ke posisi 629,38. Pelemahan indeks terjadi seiring tekanan pada saham-saham perbankan besar dan aksi ambil untung investor setelah penguatan terbatas pada perdagangan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat cukup ramai. Volume perdagangan mencapai sekitar 718 juta saham dengan nilai transaksi harian sekitar Rp298 miliar dan frekuensi perdagangan lebih dari 63 ribu kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, mayoritas berada di zona merah, menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar sejak sesi pembukaan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama pergerakan IHSG. Saham sektor perbankan memimpin pelemahan indeks akibat aksi jual investor asing dan kekhawatiran pasar terhadap potensi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.
Berikut saham-saham penggerak indeks pada awal perdagangan:
| Saham | Perubahan | Posisi Harga |
|---|---|---|
| Bank Central Asia (BBCA) | turun 1,02% | Rp8.725 |
| Bank Rakyat Indonesia (BBRI) | turun 1,25% | Rp4.730 |
| Bank Mandiri (BMRI) | turun 0,98% | Rp5.050 |
| Telkom Indonesia (TLKM) | turun 0,77% | Rp2.580 |
| GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) | turun 1,64% | Rp60 |
| Astra International (ASII) | turun 0,85% | Rp4.650 |
| Amman Mineral Internasional (AMMN) | naik 1,12% | Rp8.125 |
| Barito Renewables Energy (BREN) | naik 0,88% | Rp6.475 |
Secara sektoral, saham teknologi dan perbankan menjadi pemberat utama indeks, sedangkan sektor energi dan komoditas masih mampu menopang pergerakan pasar agar tidak turun lebih dalam. Penguatan beberapa saham energi terjadi seiring masih stabilnya harga komoditas global.
Analis menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Investor cenderung berhati-hati menanti arah kebijakan suku bunga global serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Di sisi domestik, pasar juga menunggu sentimen baru dari data ekonomi dan arus dana asing yang masih fluktuatif.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada area support 6.180 hingga 6.150, sedangkan resistance jangka pendek berada di kisaran 6.260 sampai 6.300. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi kembali menguji level support psikologis, namun peluang rebound masih terbuka apabila saham-saham big caps mulai mengalami penguatan pada sesi perdagangan berikutnya.
Data AI
