Jakarta, BusinessNews Indonesia—Anggota Komite Ekonomi dan Industri (Kein) RI, Zulnahar Usman, mengatakan bahwa ketergantungan pemanfaatan energi fosil sudah seharusnya dikurangi. Karena jumlah cadangan yang terbatas dan harganya yang semakin mahal.
“Pembangkit listrik energi fosil ini pun harus segera digantikan dengan pembangkit listrik berbahan bakar energi baru terbarukan (EBT). Saya mengutip sedikit pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan Indonesia punya banyak sumber energi baru terbarukan yang cukup banyak. Beliau juga bilang, jika energi nuklir sudah diperlukan, maka harus segera disiapkan dan jangan diambangkan, harus dihitung secara detail dan jelas,” ujar Zulnahar dalam keterangan media yang diterima Majalah BusinessNews Indonesia hari ini.
Dia berkata, selama 70 tahun belakangan, implementasi pemanfataan energi nuklir lewat pembangunan PLTN masih dalam tataran wacana. Padahal, Proklamator RI Soekarno sejak awal kemerdekaan sudah memimpikan Indonesia masuk ke era nuklir.
“Sejak era Bung Karno, belum ada lagi pembicaraan yang mengarahkan Indonesia untuk go nuclear, tetapi Presiden Jokowi memberikan harapan bagi bangsa Indonesia untuk memanfaatkan energi nuklir,” kata dia.
Ditambahkannya, “Tidak ada kata dari Presiden Jokowi untuk menolak PLTN, justru presiden telah memerintahkan kepada Kementerian ESDM untuk membuat road map.”
