Jakarta, BusinessNews Indonesia – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Selasa (17/4/2018) bervariasi.
Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (17/4/2018), IHSG melemah tipis 0,98 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.285,76. Indeks saham LQ45 susut 0,01 persen ke posisi 1.026,99. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Pada awal sesi, IHSG sempat menguat, dan berada di zona hijau selama sesi pertama. Namun IHSG berbalik arah ke zona merah jelang penutupan.
Sebanyak 203 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Sedangkan 164 saham menguat dan 125 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.303,97 dan terendah 6.259,59.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 371.369 kali dengan volume perdagangan 10,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,4 triliun.
Investor asing jual saham Rp 735,33 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.765.
Sebagian besar sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham pertanian naik 1,31 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham tambang mendaki 1 persen dan sektor saham aneka industri mendaki 0,57 persen.Sementara itu, sektor saham infrastruktur tergelincir 0,55 persen dan sektor saham keuangan melemah 0,25 persen.
Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham BWPT naik 24,79 persen ke posisi Rp 292 per saham, saham PKPK menanjak 24,75 persen ke posisi Rp 252 per saham, dan saham GZCO melonjak 8,57 persen ke posisi Rp 76.
Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham HADE susut 12 persen ke posisi Rp 66, saham FREN merosot 9,09 persen ke posisi Rp 60, dan saham GOLL susut 8,96 persen ke posisi Rp 122 per saham.
Indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau variatif sore ini dengan indeks FTSE Malay KLCI dan indeks FTSE Straits Time SIngapura masing-masing menguat 0,09%, sedangkan indeks indeks PSEi Filipina melemah 1,73% dan indeks SE Thailand turun 0,67%.
Pergerakan indeks lain di Asia juga cenderung melemah, dengan indeks Topix turun 0,36%, indeks Shanghai Composite melemah 1,41, sedangkan indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,06%.
Bursa saham Asia goyah setelah data ekonomi China yang bervariasi, namun pelemahan terbatas karena investor mengalihkan fokus mereka ke kinerja emiten dari konflik Suriah.
Perekonomian China tumbuh 6,8% pada kuartal pertama 2018 dari tahun sebelumnya, data resmi menunjukkan pada Selasa, tidak berubah dari kuartal sebelumnya.
Namun data terpisah menunjukkan output industri Maret meleset dari ekspektasi dan pertumbuhan investasi aset tetap kuartal pertama melambat, sehingga menekan kenaikan pasar saham.
“Ada dua cerita di sini, satu pandangan ke belakang dan satu pandangan ke depan,” kata Robert Subbaraman, kepala ekonom Asia di Nomura, seperti dikutip Reuters.
