TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Melemah di Tengah Tekanan Saham-Saham Berkapitalisasi Besar

Agus Haryanto
4 June 2026 | 09:20
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis pagi, dibuka melemah 21,50 poin atau 0,36 persen ke level 5.919,56. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turun 1,44 poin atau 0,24 persen ke posisi 587,55.

Pelemahan IHSG pada awal perdagangan mencerminkan masih kuatnya tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, komoditas, dan infrastruktur. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu sentimen baru dari pasar global maupun domestik.

Pada sesi pembukaan, aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai sekitar 320 ribu kali transaksi. Volume perdagangan tercatat sekitar 4,1 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Dari sisi pergerakan saham, beberapa emiten yang menjadi penekan utama indeks pada awal perdagangan antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun Rp550 atau 6,43 persen ke level Rp8.000 per saham, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) melemah Rp225 atau 4,46 persen ke level Rp4.820 per saham, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terkoreksi Rp100 atau 4,46 persen ke posisi Rp2.140 per saham.

Sementara itu, sejumlah saham mampu menahan pelemahan indeks dengan bergerak di zona hijau. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp55 atau 2,40 persen ke level Rp2.345 per saham, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp30 atau 1,09 persen ke posisi Rp2.780 per saham, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) bertambah Rp15 atau 0,69 persen ke level Rp2.190 per saham.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral bergerak di zona negatif. Tekanan terbesar berasal dari sektor bahan baku dan energi yang mengikuti koreksi harga sejumlah komoditas global. Sementara sektor barang konsumsi primer masih relatif bertahan karena adanya minat beli pada saham-saham defensif.

BACA JUGA:   Investor Tunggu Pengumuman The Fed, Saham-saham Ini Layak Koleksi

Dari perspektif teknikal, pelemahan pada pembukaan perdagangan menunjukkan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak terbatas. Level 5.900 menjadi area penopang terdekat yang akan diuji sepanjang perdagangan. Apabila level tersebut mampu dipertahankan, peluang terjadinya rebound teknikal pada sesi berikutnya masih terbuka.

Analis menilai pelemahan yang terjadi pada awal perdagangan lebih dipengaruhi aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya serta kehati-hatian investor terhadap perkembangan ekonomi global. Di sisi lain, tingginya frekuensi dan nilai transaksi menunjukkan minat investor terhadap pasar saham domestik masih cukup terjaga.

Sepanjang perdagangan hari ini, pergerakan saham-saham perbankan besar, komoditas, dan energi diperkirakan akan menjadi penentu arah IHSG. Investor juga akan mencermati arus dana asing yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar hingga penutupan perdagangan.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Saham Pilihan Hari Ini: MEDC, ENRG, PWON, dan SMRA Saat Pasar Diproyeksi Bearish

Next Post

Industri Susu Nasional Terus Didorong

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR