Jakarta, TopBusiness – Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai semakin mendekati tahap operasional. PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah memulai rangkaian testing and commissioning (T&C) untuk memastikan kesiapan seluruh sistem sebelum layanan tersebut digunakan masyarakat.
Salah satu tahapan yang telah dilaksanakan adalah uji jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka. Pengujian mencakup berbagai aspek sistem perkeretaapian, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi hingga integrasi operasional.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan seluruh tahapan pengujian dilakukan secara menyeluruh guna memastikan operasional LRT Jakarta Fase 1B berjalan aman dan andal saat mulai melayani masyarakat.
“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Paulus Budi Kartiko, menyebut proyek LRT Jakarta Fase 1B menjadi salah satu proyek strategis yang menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengerjakan infrastruktur transportasi perkotaan yang kompleks.
Menurut Paulus, lingkup pekerjaan Waskita tidak hanya mencakup konstruksi sipil, tetapi juga integrasi rel, sistem hingga operasional. Hingga saat ini, progres pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun tersebut telah mencapai 93,07 persen.
“Dalam proses pengerjaan, tantangan utama yang kami hadapi sebagai kontraktor di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja yang terbatas. Karena itu, kami mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus serta inovasi dalam penerapan sistem keselamatan dan metode kerja,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan proyek ini adalah pembangunan lintasan yang melintasi Jalan Tol Wiyoto Wiyono. Untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama proses konstruksi, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang mencapai 120 meter.
Menurut Paulus, keselamatan konstruksi dan pengguna jalan menjadi prioritas utama selama pengerjaan proyek berlangsung. Berbagai langkah mitigasi dilakukan melalui pemantauan harian, survei berkala, hingga pemasangan safety net di area konstruksi.
Berkat penerapan sistem keselamatan tersebut, proyek balance cantilever LRT Jakarta Fase 1B berhasil mencatatkan zero accident selama masa konstruksi.
“Perlintasan Wiyoto Wiyono menjadi salah satu ikon terpenting dalam tes jalur beberapa waktu lalu. Keberhasilan ini menandakan kemajuan konstruksi Indonesia yang mampu memadukan moda transportasi umum dengan jalur aktif eksisting di tengah kepadatan aktivitas Jakarta,” ujar Paulus.
Ia menambahkan, koordinasi antara Waskita dan Jakpro terus diperkuat guna memastikan seluruh tahapan pengujian berjalan lancar. Hasil train run yang telah dilakukan menunjukkan kereta mampu beroperasi dengan baik menggunakan tenaga listrik penuh dari Velodrome hingga Pasar Pramuka.
LRT Jakarta Fase 1B diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus mendukung integrasi transportasi publik di Jakarta. Kehadiran moda transportasi berbasis listrik ini juga diyakini dapat membantu mengurangi kemacetan serta mendukung upaya penurunan emisi.
“Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik yang modern, memudahkan mobilitas warga, serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” kata Paulus.
