Pangkalpinang, TopBusiness – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung bekerja sama dengan MSI Institute menyelenggarakan Training Pengembangan Roadmap CSR Berbasis Prinsip dan Core Subjects ISO 26000 pada 3–4 Juni 2026 di Kantor PLN UIW Babel, Pangkalpinang, Bangka. Kegiatan yang diikuti 18 peserta ini dibuka oleh Manager Aset, Properti, Komunikasi dan Umum PLN UIW Babel, Muhammad Patriansyah.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya PLN UIW Babel untuk memperkuat pengelolaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) agar semakin terarah, terukur, dan terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan.
Dalam sambutannya, Muhammad Patriansyah menegaskan bahwa program CSR saat ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai kegiatan sosial perusahaan, tetapi harus mampu memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan program TJSL yang dijalankan PLN UIW Babel memiliki arah yang jelas, berbasis kebutuhan para pemangku kepentingan, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat maupun perusahaan,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan pakar CSR nasional Nurdizal M. Rachman sebagai fasilitator utama. Selama dua hari, peserta dibimbing untuk menyusun roadmap CSR berbasis prinsip-prinsip tanggung jawab sosial dan tujuh core subjects ISO 26000.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemahaman mengenai identifikasi isu-isu tanggung jawab sosial yang relevan dengan aktivitas perusahaan, penilaian signifikansi dan prioritas isu, serta penyusunan strategi CSR yang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan.
Sementara pada hari kedua, peserta mempelajari penyusunan indikator kinerja utama (KPI), rencana implementasi program, penyusunan rencana aksi, hingga pengembangan roadmap peningkatan kematangan sistem manajemen CSR. Pelatihan juga membahas metode SMART dalam penyusunan indikator, penetapan struktur tanggung jawab, alokasi sumber daya, serta mekanisme evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Menurut Nurdizal, keberhasilan CSR tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam menghubungkan program tersebut dengan strategi bisnis dan kebutuhan masyarakat.
“Roadmap CSR menjadi instrumen penting agar perusahaan memiliki arah pengembangan yang jelas. Dengan pendekatan ISO 26000, perusahaan dapat memastikan program yang dijalankan tidak bersifat sporadis, tetapi terintegrasi, terukur, dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyusunan roadmap juga membantu perusahaan menentukan target jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pengelolaan CSR, sekaligus menjadi dasar dalam mengukur efektivitas program yang dijalankan.
Melalui pelatihan ini, PLN UIW Babel diharapkan mampu menghasilkan roadmap CSR yang menjadi panduan strategis dalam pelaksanaan TJSL perusahaan. Dengan demikian, program-program yang dijalankan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga mampu menciptakan nilai bersama (shared value) bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Acara pelatihan ini ditutup pada Kamis (4/6/2026) oleh Anton Wahyu Utomo selaku Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIW Babel. Dalam kesempatan tersebut, Anton yang mewakili PLN UIW Babel juga menyerahkan plakat kepada MSI Institute yang diwakili oleh Erni Hermawati.
MSI Institute merupakan lembaga konsultasi, pelatihan, dan sertifikasi di bawah PT LPK MSI Indonesia. Insitusi ini rutin menggelar pelatihan-pelatihan terkait CSR, GRC (Governance, Risk Management dan Compliance Management), GCG, Cyber Security, dan Pelatihan Public Speaking yang diikuti kalangan pofesional baik dari perusahaan swasta maupun BUMN dan BUMD.
