Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini terus berupaya mempercepat penuntasan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yg terdampak bencana alam pada koridor Jalan Nasional di Provinsi Sumatera Utara. Dari 274 lokasi yg terdampak bencana, ditargetkan sebanyak 99 lokasi prioritas diselesaikan pada tahun 2026, sisanya secara bertahap diselesaikan pada tahun 2027 dan 2028.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa konektivitas menjadi elemen vital dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, sejak awal kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Menteri Dody.
Penanganan infrastruktur dilakukan pada 5 klaster koridor utama jalan nasional dengan panjang ruas jalan mencapai 500 km. Pekerjaan tanggap darurat dilaksanakan sejak Nopember 2025 dan telah selesai pada Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahap rehabilitasi rekonstruksi. Secara keseluruhan progres pekerjaan penanganan pasca bencana pada seluruh klaster mencapai 18,31%, atau sebanyak 45 lokasi yang dilaksanakan secara permanen.
Secara rinci, Klaster 1 meliputi ruas Tarutung–Sipirok–Padang Sidempuan sepanjang 105,55 km pada 52 titik terdampak. Tahun 2026 ditangani pada 22 titik, dimana saat ini progres pekerjaan telah mencapai 14,10%.
Klaster 2 ruas Batas Aceh–Sibolga dan Rampa–Poriaha sepanjang 131,19 km, pada 69 titik terdampak. Tahun 2026 ditangani pada 33 titik, dimana saat ini sedang proses konstruksi di 14 lokasi dengan progres 21,50%.
Klaster 3 ruas Tarutung–Sibolga sepanjang 60,40 km, total lokasi terdampak 70 titik terdampak. Tahun 2026 direncanakan ditangani 20 lokasi, dimana saat ini sedang proses konstruksi di 10 lokasi dengan progres 14,43%.
Klaster 4 ruas Batangtoru–Singkuang sepanjang 117 km, total lokasi terdampak 60 titik. Tahun 2026 direncanakan ditangani 21 lokasi, dimana saat ini sedang proses konstruksi di 13 lokasi dengan progres 18,91%.
Sementara pada Klaster 5 ruas Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan sepanjang 89 km, total lokasi terdampak 23 titik. Tahun 2026 direncanakan ditangani 3 lokasi, dimana saat ini sedang proses konstruksi di 2 lokasi dengan progres 22,73%.
Kementerian PU memastikan seluruh koridor utama tersebut telah kembali terhubung sepenuhnya, meskipun masih dilakukan penyempurnaan dan pemeliharaan jalan sementara (detour) demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Untuk mendukung percepatan pemulihan konektivitas, kementerian pu mengerahkan alat beralat seperti loader, excavator, backhoe loader, vibro roller, dozer, motor grader, dump truck, flat bed truck, bore pile machine, asphalt finisher, asphalt mixing plant dan batching plant.
Kementerian PU terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan hingga seluruh jaringan jalan dan jembatan di Sumatera Utara kembali aman, andal, dan mendukung aktivitas masyarakat secara optimal.
