TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kampanye ‘Sehat Tanpa Rokok’ Berjalan via Kolaborasi Strategis

Achmad Adhito
4 June 2026 | 17:06
rubrik: Business Info
Kampanye ‘Sehat Tanpa Rokok’ Berjalan via Kolaborasi Strategis

Peluncuran Kampanye #SehatTanpaRokok (Sumber Foto: Kemenkes RI)

Jakarta, TopBusiness—Ketergantungan tembakau masih menjadi salah satu krisis kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia yang membawa dampak serius secara sosial dan ekonomi. Dampak fatal dari rokok tidak hanya mengancam perokok aktif, melainkan sangat membahayakan kelompok rentan yang terpapar sebagai perokok pasif (second-hand smoker) dan perokok ketiga (mereka yang menghirup residu racun rokok yang menempel pada pakaian, kulit, hingga perabotan rumah).

Di Indonesia, tantangan ini kian kompleks dengan jumlah perokok aktif yang kini telah menembus angka 70 juta orang, di mana 7,4% di antaranya berusia 10-18 tahun.

“Oleh karena itu, kampanye nasional #SehatTanpaRokok hadir sebagai respons nyata. Inisiatif ini merupakan langkah lanjutan dari Program Upaya Berhenti Merokok untuk Indonesia Sehat, yang sejalan dengan implementasi Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan,” kata Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, melalui siaran pers (3/6/2026).

Tingginya angka perokok ini berbanding lurus dengan ancaman mematikan pada anak-anak yang hidup bersama orang tua perokok. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, pneumonia memicu 740.000 kematian pada anak di bawah usia 5 tahun secara global setiap tahunnya, dan anak-anak yang berada di lingkungan orang tua perokok memiliki kerentanan jauh lebih tinggi untuk terkena pneumonia akibat asap rokok.

Selain tingginya angka perokok konvensional, krisis kesehatan nasional saat ini turut diperberat oleh lonjakan penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan remaja yang meningkat pesat hingga 10 kali lipat, dari 0,3% menjadi 3%.

Bertepatan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjalin kolaborasi strategis dengan Kenvue, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Guardian. Sinergi ini diwujudkan melalui kampanye nasional sekaligus penyelenggaraan Workshop Upaya Berhenti Merokok bagi tenaga kesehatan guna menekan prevalensi perokok dari hulu ke hilir.

BACA JUGA:   Transformasi Jasa Konstruksi: Memperkuat Tata Kelola dan SDM demi Ketahanan Infrastruktur

“Di Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini, saya ingin mengingatkan bahwa kita memiliki agenda Transformasi Sistem Kesehatan yang menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai fondasi utama. Pemerintah terus memperkuat kebijakan pengendalian tembakau serta menyelesaikan regulasi yang bertujuan untuk mengurangi daya tarik produk tembakau, terutama bagi anak-anak dan remaja,” kata Benjamin.

“Peraturan ini kami susun untuk menekan normalisasi penggunaan produk tembakau di masyarakat, sekaligus mencegah munculnya pengguna baru, khususnya pada kelompok usia muda,” ia menambahkan.

Dari sisi pengawasan keamanan produk, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Teja, MD., BMed., MMed., menyoroti pentingnya standardisasi dalam penanganan adiksi. “Perlindungan konsumen adalah prioritas mutlak.
Dalam konteks pengendalian zat adiktif, kehadiran produk farmakoterapi yang telah memiliki izin edar resmi dari BPOM dapat membantu masyarakat yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan nikotin. “Kami berkomitmen untuk terus mengawal edukasi masyarakat agar menggunakan produk terapi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata William.

Penanganan ketergantungan nikotin tidak bisa hanya mengandalkan kemauan atau niat pasien semata, melainkan membutuhkan intervensi klinis yang terukur. Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)., MHPM., FISR., FAPSR, Penasihat Pengurus Pusat PDPI, memaparkan, rokok konvensional merupakan faktor risiko utama Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), kanker paru, penyakit jantung, dan stroke.

Sementara itu, rokok elektronik juga bukan tanpa risiko bagi kesehatan karena tetap mengandung zat adiktif nikotin dan penggunaannya di kalangan remaja terus meningkat.

Yang perlu dipahami, ketergantungan nikotin adalah kondisi medis sehingga berhenti merokok sering kali membutuhkan bantuan profesional, bukan sekadar mengandalkan niat.

Di Indonesia, Nicotine Replacement Therapy (NRT) dalam bentuk Nicotine Gum merupakan terapi farmakologis untuk berhenti merokok yang telah disetujui BPOM dan termasuk dalam daftar prequalification (PQ) WHO. NRT membantu mengurangi craving serta gejala putus nikotin (withdrawal) melalui pemberian nikotin dengan dosis yang terkontrol. Penggunaan NRT dapat meningkatkan peluang keberhasilan berhenti merokok hingga dua kali lipat dibandingkan dengan niat semata, dan hingga lima kali lipat apabila dikombinasikan dengan konseling perilaku dari tenaga kesehatan.

BACA JUGA:   Keren, SIG Sukses Uji Coba Aplikasi Beton Cepat Kering di Jalan Raya Semarang-Godong

“Karena itu, masyarakat tidak perlu menghadapi proses berhenti merokok sendirian.”

Menyambung urgensi penanganan adiksi secara medis, dr. Tirta Mandira Hudhi, dokter sekaligus sports enthusiast dan mantan perokok, turut membagikan realita di lapangan.

Sebagai seorang dokter dan mantan perokok berat selama belasan tahun, ia merasakan langsung betapa nyatanya jerat adiksi nikotin. Titik balik saya untuk berhenti adalah ketika ia menyadari penurunan kualitas kesehatan fisik secara drastis, sekaligus kesadaran akan tanggung jawab moral sebagai tenaga medis.
Berhenti merokok memang butuh tekad, tetapi sering kali niat saja kalah oleh withdrawal syndrome.
“Karena itu, saya sangat mengapresiasi kampanye #SehatTanpaRokok ini. Perokok butuh solusi terukur, bukan sekadar imbauan.”

Sebagai penyedia Nicorette, solusi NRT pertama dan satu-satunya yang berstatus farmakoterapi resmi di Indonesia, Kenvue mengambil peran aktif dalam mendukung ekosistem kesehatan ini.

Fika Yolanda, Marketing Director Kenvue Indonesia, menyatakan, Kenvue memiliki komitmen berkesinambungan untuk mendukung program Kemenkes RI dalam mengintervensi prevalensi perokok di Indonesia.

“Tujuan utama kami adalah memastikan setiap individu yang memiliki niat untuk berhenti merokok mendapatkan pendampingan yang tepat serta akses terhadap solusi medis yang terbukti secara ilmiah,” kata Fika.

Komitmen untuk mempermudah akses juga didukung penuh oleh jaringan ritel kesehatan. Commercial Director Guardian Indonesia, Karina Elisabet Wirian, menambahkan, “Sebagai jaringan ritel kesehatan yang hadir dekat dengan masyarakat, Guardian berkomitmen mendukung penerapan gaya hidup sehat melalui akses terhadap edukasi dan pendampingan kesehatan yang terpercaya.”

Melalui peran lebih dari 500 apoteker dan tenaga vokasi farmasi Guardian sebagai garda terdepan yang terus aktif memberikan edukasi mengenai UBM, pihaknya meyakini bahwa akses terhadap informasi yang akurat serta pendampingan yang tepat dapat membantu masyarakat lebih percaya diri dalam memulai perjalanan berhenti merokok.

BACA JUGA:   Banyak Demo, SPBU Pertamina Tetap Aktif Hari Ini

“Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Guardian untuk membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan terpercaya mengenai metode UBM serta mengakses dukungan farmakoterapi yang dibutuhkan secara aman.”

Tags: kampanye anti rokokkemenkes
Previous Post

Ekspor Besar Bantu PT. Mayora Indah Tbk Menghadapi Kenaikkan Harga Bahan Baku dan Bungkus

Next Post

Tanpa Jeda, Pemulihan 274 Titik Infrastruktur Konektivitas Pascabencana di Sumatera Utara Terus Dikebut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR