TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berkat Program Nusantara Peduli Stunting, 43 Persen Anak Penerima Manfaat Lepas dari Status Stunting

Nurdian Akhmad
8 June 2026 | 17:26
rubrik: Business Info, CSR
Berkat Program Nusantara Peduli Stunting, 43 Persen Anak Penerima Manfaat Lepas dari Status Stunting

Jakarta, TopBusiness – Program Nusantara Peduli Stunting yang diinisiasi pengelola Jalan Tol Makassar, PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN), mulai menunjukkan dampak nyata dalam upaya percepatan penanganan stunting di Kota Makassar.

Memasuki fase kedua pelaksanaan program pada 2026, sebanyak enam dari 14 anak penerima manfaat atau sekitar 43 persen telah dinyatakan keluar dari status stunting berdasarkan hasil evaluasi dokter spesialis anak. Capaian tersebut diraih setelah program berjalan selama enam bulan dengan pendekatan pendampingan berbasis komunitas yang melibatkan keluarga, kader kesehatan, tenaga medis, dan masyarakat setempat.

Direktur PT Makassar Airport Network, Anton Sujarwo, mengatakan keberhasilan yang mulai terlihat pada fase kedua tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat dalam menjalankan program secara konsisten di tingkat komunitas.

“Pada fase pertama, fokus kami adalah mempercepat penanganan kasus stunting. Sementara pada fase kedua ini, kami berupaya membangun sistem yang dapat berjalan setiap hari di tingkat komunitas. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan dari bantuan yang diberikan, tetapi juga adanya keterlibatan aktif kader, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang secara konsisten mendampingi proses perubahan tersebut,” ujar Anton dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Program Nusantara Peduli Stunting merupakan kolaborasi Nusantara Infrastructure Group bersama Pemerintah Kota Makassar, RS Hermina Makassar, Rumah Zakat, kader posyandu, serta masyarakat setempat. Pada fase kedua, program tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang mengalami stunting, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui sistem pendampingan yang lebih terstruktur bagi keluarga dan ibu hamil.

Selama enam bulan pelaksanaan, tingkat partisipasi penerima manfaat tercatat cukup tinggi. Kehadiran kelompok anak stunting mencapai 90 persen, sementara kelompok ibu hamil mencapai 80 persen. Tingginya tingkat kehadiran tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan intervensi kesehatan dan gizi dapat berjalan secara konsisten.

BACA JUGA:   Kolaborasi LEN - Mengikuti, Dorong Ekosistem Riset dan Pengembangan Teknologi Nasional

Dari sisi pemenuhan gizi, hingga 31 Mei 2026 program telah menyalurkan sebanyak 2.478 porsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). PMT diberikan setiap hari sebelum waktu makan siang guna memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi tambahan secara rutin.

Menariknya, seluruh kebutuhan PMT diproduksi oleh pelaku usaha katering lokal yang berada di sekitar wilayah pelaksanaan program. Dengan demikian, program tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi penerima manfaat, tetapi juga turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Pelaksana Tugas Asisten I Pemerintah Kota Makassar yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, menilai keberhasilan penanganan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat. Program Nusantara Peduli Stunting ini menunjukkan bahwa ketika seluruh pihak bekerja bersama dan hadir secara konsisten di tengah masyarakat, perubahan nyata dapat tercipta,” katanya.

Ia mengapresiasi keberlanjutan program yang dinilai mendukung target Pemerintah Kota Makassar dalam menurunkan prevalensi stunting melalui pendekatan yang langsung menyentuh keluarga penerima manfaat.

Sementara itu, tim dokter RS Hermina Makassar menegaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan dan dilakukan secara berkesinambungan hingga anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu, pendampingan ibu hamil, pemenuhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak menjadi satu kesatuan intervensi yang tidak dapat dipisahkan.

Untuk memastikan program berjalan sesuai target, distribusi dan konsumsi PMT dipantau setiap hari oleh kader posyandu setempat. Hasil pemantauan kemudian dilaporkan secara berkala melalui sistem komunikasi yang melibatkan tim pendamping dan seluruh pemangku kepentingan sehingga setiap kendala dapat segera ditangani.

BACA JUGA:   AMMN Ajukan Izin Ekspor Konsentrat Tembaga

Selain keberhasilan menurunkan angka stunting pada anak, capaian positif juga terlihat pada kelompok ibu hamil penerima manfaat. Dari empat ibu hamil yang telah melahirkan selama program berlangsung, tiga di antaranya melahirkan bayi dengan berat dan panjang badan normal serta mendapatkan layanan pendampingan lanjutan dari RS Hermina Makassar.

Sementara satu penerima manfaat lainnya masih terus mendapatkan pemantauan dan penanganan kesehatan secara intensif guna memastikan kondisi ibu dan bayi tetap terjaga.

Keberhasilan fase kedua ini memperkuat keyakinan bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat menjadi model efektif dalam percepatan penurunan stunting. Melalui penguatan sistem pendampingan yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan, Program Nusantara Peduli Stunting diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan sekaligus mendukung target penurunan angka stunting di Kota Makassar.

Ke depan, program akan terus diperkuat dan dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak keluarga serta direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

Tags: Nusantara Infrastructure GroupPT Makassar Metro Network
Previous Post

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PT Bima Nusa Internasional Perkuat ESG Lewat Penghijauan

Next Post

Mendiktisaintek Lantik Donny Purnomo sebagai Kepala BSN, Perkuat Daya Saing dan Inovasi Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR