TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Koreksi bisa Berlanjut, Berikut Spec Buy Enam Saham Ini: BMRI, TPIA, BUMI, BIPI, DEWA, dan MINA

Busthomi
9 June 2026 | 08:33
rubrik: Capital Market
IHSG Masuk Area Hijau

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 4.5%, disertai dengan net sell asing ~587 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, TLKM, ANTM, dan AMMN.

Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi tes resistance di 5500, tapi jika gagal break resistance, masih terbuka peluang terus terkoreksi sepanjang Rupiah terus melemah.

“Dengan kondisi saat ini, level Support IHSG diperkirakan di kisaran 5000-5150 dan level Resist IHSG akan berada di rentang 5400-5500,” sebut Fanny dalam risetnya, Selasa (9/8/2026).

Trading Idea hari ini: BMRI, TPIA, BUMI, BIPI, DEWA, dan MINA

  • BMRI Spec Buy dengan area beli di 3680-3710, cutloss di bawah 3680. Target dekat di 3750-3820.
  • TPIA Spec Buy dengan area beli di 1550-1600, cutloss di bawah 1470. Target dekat di 1680-1730.
  • BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 117-123, cutloss di bawah 117. Target dekat di 135-139.
  • BIPI Spec Buy dengan area beli di 125-128, cutloss di bawah 125. Target dekat di 136-142.
  • DEWA Spec Buy dengan area beli di 240-250, cutloss di bawah 238. Target dekat di 260-280.
  • MINA Buy on Weakness dengan area beli di 226-238, cutloss di bawah 226. Target dekat di 248-260.

Global Overnight Review

Wall Street Rebound: Ramai Aksi Bargain Hunting, Nasdaq dan Saham Chip Rebound. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas naik pada perdagangan Senin (9/6), didorong oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah mengalami aksi jual pada akhir pekan lalu.

Di sisi lain, investor masih mencermati perkembangan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Indeks S&P 500 naik 0,30%, dan Nasdaq Composite menguat 0,86%.

BACA JUGA:   Mandiri Sekuritas: IHSG Masih Atraktif, Saham Perbankan Jadi Andalan

Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,16%. Saham produsen chip memori Micron Technology melonjak hampir 10%. Saham Nvidia dan Broadcom juga mencatat kenaikan.

Meskipun pasar saham menguat, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah.

Ketegangan kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal pada Minggu, memunculkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan gencatan senjata yang sedang diupayakan.

Israel kemudian merespons dengan serangan terhadap sejumlah sistem pertahanan strategis Iran. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan, Iran dan Israel masih berupaya mencapai gencatan senjata sesegera mungkin.

Menurut Trump, proses negosiasi menuju perdamaian tetap berlangsung meskipun kedua pihak masih saling melancarkan serangan.

Bursa Asia Memerah: Kospi Korsel Anjlok 8,3% Akibat Serangan Rudal Iran. Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik kompak anjlok pada perdagangan Senin (8/6).

Pelemahan tersebut disebabkan oleh laporan peluncuran salvo rudal dari Iran ke wilayah Israel yang mengancam bertahannya kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.

Sentimen geopolitik semakin memperberat posisi pasar setelah akhir pekan lalu Wall Street didorong aksi jual masif pada indeks Nasdaq.

Di kawasan regional, bursa Korea Selatan memimpin kejatuhan dengan indeks Kospi melemah tajam hingga 8,3%, dan indeks Kosdaq anjlok lebih dari 9%. Sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 tergelincir 3,8% dan Topix terkoreksi 2,4%.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,2%, Taiex Taiwan turun 3,5% dan CSI 300 China berkurang 2,1%. Di sisi lain, ASX 200 Australia tutup karena memperingati hari libur nasional. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

IHSG Diperkirakan Menguat Hari Ini, Ditopang Aksi Pemulihan Pasca Koreksi Tajam

Next Post

Bosch Indonesia Buktikan Keterlibatan Karyawan Jadi Kunci Daya Saing Perusahaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR