TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksikan Melanjutkan Penguatan di Tengah Kembalinya Optimisme Pasar

Agus Haryanto
10 June 2026 | 08:23
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini seiring mulai pulihnya optimisme investor terhadap pasar saham domestik setelah reli signifikan pada sesi sebelumnya.

Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Rabu (10/6/2026) menjelaskan dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (9/6). Indeks Dow Jones menguat 0,17%, sementara S&P 500 turun 0,26% dan Nasdaq melemah 0,97%. Pelemahan indeks utama Wall Street terutama dipicu aksi ambil untung pada saham-saham teknologi dan semikonduktor yang sebelumnya mencatat kenaikan cukup kuat.

Pelaku pasar juga cenderung berhati-hati menjelang sejumlah agenda penting di sektor teknologi, termasuk rencana penawaran saham perdana (IPO) perusahaan teknologi yang menjadi perhatian investor global. Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun 4,57 basis poin menjadi 4,517%, sedangkan Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,14% ke level 99,91.

Dari pasar komoditas, mayoritas harga komoditas utama mengalami koreksi. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,40% ke level USD 88,20 per barel, sementara Brent melemah 2,97% menjadi USD 91,45 per barel. Harga batu bara juga turun 2,26% ke USD 146,95 per ton dan crude palm oil (CPO) terkoreksi 1,03% ke MYR 4.528 per ton. Sementara itu, harga emas turun 1,60% menjadi USD 4.261 per ons.

Di kawasan Asia, pergerakan indeks saham cenderung positif pada perdagangan Selasa (9/6). Indeks Shanghai Composite menguat 1,28% dan Nikkei melonjak 2,17%, sedangkan Hang Seng terkoreksi 0,37%.

IHSG sendiri mencatat lonjakan signifikan sebesar 7,57% dan ditutup di level 5.746,65. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp2,45 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2,59 triliun merupakan net sell di pasar reguler, sementara pasar negosiasi mencatat net buy sebesar Rp142,1 miliar.

BACA JUGA:   IHSG Mulai Rawan Profit Taking, Lirik Saham Ini

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi kontributor utama aksi jual asing di pasar reguler. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI mencatat net sell terbesar senilai Rp476,8 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp468,3 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp267,7 miliar.

Sebaliknya, sejumlah saham masih mencatatkan minat beli investor asing. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memimpin daftar net buy dengan nilai Rp26,1 miliar, diikuti EMAS sebesar Rp14,4 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp11,1 miliar.

Dari sisi pergerakan indeks, saham-saham unggulan seperti BBRI, BMRI, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pendorong utama kenaikan IHSG. Sementara itu, saham MPRO, MPMX, dan MSIN menjadi pemberat pergerakan indeks.

Pada perdagangan pagi ini, sentimen dari kawasan Asia cenderung kurang kondusif setelah indeks KOSPI Korea Selatan dibuka melemah 1,41% dan Nikkei Jepang turun 0,75%. Kendati demikian, pasar domestik diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan seiring membaiknya sentimen investor serta meningkatnya minat terhadap aset berisiko setelah penguatan tajam yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Pelaku pasar akan mencermati perkembangan sentimen global, pergerakan harga komoditas, serta aliran dana asing sebagai faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Dengan dukungan momentum rebound yang kuat pada sesi sebelumnya, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren positif dalam jangka pendek.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

BEI Suspensi IFSH

Next Post

Banyak Sentimen Positif untuk Bullish, Beli Empat Saham Ini: INTP, UNVR, SMGR, dan BUVA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR